Mas Adhie, Menurut saya mah sebagai berikut :
1. Masalah DI/TII & Kahar Muzakar, cara maupun ukuran dalam penanganannya cukup (sepanjang yang saya dapati dari buku pelajaran sejarah) seh maseh dalam batas-batas kewajaran, sebab tidak membabi buta sebagai mana yang dilakukan terhadap pasca peristiwa G30S/Gestapu. Bahkan saya mendengar cerita/kisah penangkapan salah satu pemimpin pemberontakan PRRI/Permesta wilayah sumsel yang dikomandani oleh "Mayor Nawawi" saat ybs sudah terkepung bersama anak buahnya diwilayah Muba ybs bersumpah "Saya baru akan menyerahkan diri" jika dijemput langsung oleh Menpangad saat itu (Alm. Jendral Ahmad Yani), maka datanglah sang Menpangad ke kota kecil Sekayu guna menjemput ybs beserta anak buahnya. 2. Masalah Hasan Tiro, menurut saya mereka itu angkat senjata secara besar-besaran setelah mereka merasa dikibulin dan dikadalin oleh Orba dan tambah brutal lagi setelah diberlakukannya DOM di Aceh. 3. Di era awal tahun 60-an, ukurannya tidak hanya dari aspek "kesejateraan/kebahagian" relatipnya saja loh Mas Adhie...tapi juga dari aspek "harkat/martabat dan harga diri bangsa" saat itu emang lagi pada puncaknya kok ! Dari sejarah membuktikan gimana Bung Karno menjadi rebutan Amerika Serikat dan ni Sovyet dan dengan cerdik dan smart memanfaatkan itu untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia tercinta bukan...? Ada fakta nya kok ! Istora Senayan & RS Persahabatan adalah saksi bisu dari kecerdasan dan kecerdikan Bung Karno terhadap Uni sovyet, sementara itu kemenangan kita merebut Irian Barat dari Belanda adalah bukti nyata bentuk lain kecerdasan dan kecerdikan Bung Karno terhadap Amerika Serikat. Disisi yang lainnya sampai dengan era pertenganhan tahun 60-an kekayaan alam negeri ini masih perawan tingting dan sama sekali tak tergadaikan pada negeri lain, karena itu negeri kita memiliki daya tawar yang luar biasa. Karena itulah sekali lagi saya berpendapat, era awal tahun 60-an adalah era Indonesia menjadi negara yang sesungguhnya. Salam hangat, Suhaimi ----- Original Message ----- From: Adhie Massardi To: [email protected] Sent: Thursday, October 23, 2008 10:03 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PEMBUNUHAN di ruang Pengadilan Negeri Jakpus ! Bagaimana dengan pembunuhan terhadap rakyat atas nama negara, dengan dalih DI/'TII, Kahar Muzakar, dll seperti diungkap KOMPAS via artikel sosok Hasan Tiro Minggu lalu? Kalau ukuran kesejahteraan, justru dongengnya kan terjadi pada tahun 30-an, yang kata legenda disebut zaman normal...! Memang dalam memandang kenormalan, juga kebahagiaan, lain ladang lain belalang...! Salam.
