Kalau demikian argumentasinya
tidak kata lain dari saya kecuali: SETUJU....1

Salam!

Adhie M Massardi



--- On Thu, 10/23/08, Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PEMBUNUHAN di ruang Pengadilan Negeri 
Jakpus !
To: [email protected]
Date: Thursday, October 23, 2008, 5:15 PM











            Mas Adhie,



Menurut saya mah sebagai berikut :



1. Masalah DI/TII & Kahar Muzakar, cara maupun ukuran dalam penanganannya cukup 
(sepanjang yang saya dapati dari buku pelajaran sejarah) seh maseh dalam 
batas-batas kewajaran, sebab tidak membabi buta sebagai mana yang dilakukan 
terhadap pasca peristiwa G30S/Gestapu.

Bahkan saya mendengar cerita/kisah penangkapan salah satu pemimpin 
pemberontakan PRRI/Permesta wilayah sumsel yang dikomandani oleh "Mayor Nawawi" 
 saat ybs sudah terkepung bersama anak buahnya diwilayah Muba ybs bersumpah 
"Saya baru akan menyerahkan diri" jika dijemput langsung oleh Menpangad saat 
itu (Alm. Jendral Ahmad Yani), maka datanglah sang Menpangad ke kota kecil 
Sekayu guna menjemput ybs beserta anak buahnya.

2. Masalah Hasan Tiro, menurut saya mereka itu angkat senjata secara 
besar-besaran setelah mereka merasa dikibulin dan dikadalin oleh Orba dan 
tambah brutal lagi setelah diberlakukannya DOM di Aceh.

3. Di era awal tahun 60-an, ukurannya tidak hanya dari aspek "kesejateraan/ 
kebahagian" relatipnya saja loh Mas Adhie...tapi juga dari aspek 
"harkat/martabat dan harga diri bangsa" saat itu emang lagi pada puncaknya kok !

Dari sejarah membuktikan gimana Bung Karno menjadi rebutan Amerika Serikat dan 
ni Sovyet dan dengan cerdik dan smart memanfaatkan itu untuk kepentingan bangsa 
dan negara Indonesia tercinta bukan...?

Ada fakta nya kok ! Istora Senayan & RS Persahabatan adalah saksi bisu dari 
kecerdasan dan kecerdikan Bung Karno terhadap Uni sovyet, sementara itu 
kemenangan kita merebut Irian Barat dari Belanda adalah bukti nyata bentuk lain 
kecerdasan dan kecerdikan Bung Karno terhadap Amerika Serikat.

Disisi yang lainnya sampai dengan era pertenganhan tahun 60-an kekayaan alam 
negeri ini masih perawan tingting dan sama sekali tak tergadaikan pada negeri 
lain, karena itu negeri kita memiliki daya tawar yang luar biasa.



Karena itulah sekali lagi saya berpendapat, era awal tahun 60-an adalah era 
Indonesia menjadi negara yang sesungguhnya.



Salam hangat,

Suhaimi

Kirim email ke