Bagaimana dengan pembunuhan terhadap rakyat atas nama negara, dengan dalih DI/'TII, Kahar Muzakar, dll seperti diungkap KOMPAS via artikel sosok Hasan Tiro Minggu lalu? Kalau ukuran kesejahteraan, justru dongengnya kan terjadi pada tahun 30-an, yang kata legenda disebut zaman normal...!
Memang dalam memandang kenormalan, juga kebahagiaan, lain ladang lain belalang...! Salam. --- On Thu, 10/23/08, Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PEMBUNUHAN di ruang Pengadilan Negeri Jakpus ! To: [email protected] Date: Thursday, October 23, 2008, 1:30 AM Mas Adhie, Saya kurang setuju, jika anda katakan negara kita Indonesia tercinta ini belum pernah menjadi negara yang sesungguhnya, sebab dari cerita paman saya yang pada era awal tahun 60-an bekerja sebagai pegawai bank swasta saat ini bernama "Bank Kopra" yang dikemudian harinya berubah menjadi "Bank Danamon" yang berkedudukan didaerah Jakarta kota (Jalan Kopi) Beliau bergaji saat itu sekitar Rp 3.000,- saja, sementara saat itu harga tiket pesawat terbang ke Palembang hanya seharga Rp 75,- dan harga emas hanya sekitar Rp 30,- saja dan harga berasnya hanya sekitar Rp 15,- saja. Dari cerita itu menurut saya rasanya era tahun 60-an merupakan puncak jati diri bangsa Indonesia. Salam hangat, Suhaimi
