Pak Manneke yg budiman,

mohon kesabarannya dalam mempelajari subjek baru, yaitu transportasi
perkotaan...
simak lah baik-2 buku-2/literatur mengenai subjek diatas..
perkayalah kepustakaan anda sebelum lebih jauh terpuruk dalam simplifikasi.

demand transportasi/pergerakan adalah fungsi dari aktivitas manusia/penduduk
kota.
karena aktivitas kota sgt kompleks, maka makin kompleks pula-lah pola
pergerakan/lalu lintas dan kinerja jaringan jalan (--> kemacetan).

solusi yg ditawarkan oleh pemprov adalah merekayasa pola aktivitas sebagian
penduduk kota. hanya itu yg saya sepakati.
sisanya tidak sy puja puji.. simaklah email sy dengan baik Bung.. sy pun
menyatakan bahwa wajar apabila pemprov menerima respons negatif dari
masyarakat karena bersikap top-down... sekali lagi.. simak Bung!


Betul, bahwa sy tidak punya data berapa banyak anak yg sdh tiba di sekolah
pukul 6.30.
tapi tidak betul juga bahwa anak-2 stress karena bangun pagi, bahkan sampai
bunuh diri.
yg saya pahami, bunuh diri lebih karena malu ga bisa bayar uang eks-kul..
dll.


di kota Bandung, Surabaya, sudah masuk 6.30.. di Yogya ada pula yang 6.45.
namun demikian, tidak melulu siswa berprestasi berasal dari Jakarta.
betul, bahwa kita perlu detailing utk hal ini. Data kita memang sgt
terbatas, namun solusi sudah sgt mendesak.
walhasil, kita seperti dokter/mantri di pedalaman... dengan segala
keterbatasan alat diagnosis, melihat dan menganalisis gejala-2..
karena kalau menunggu invensi alat diagnosis yg super-canggih dan
super-akurat, pasien-nya udah mati duluan.


pahami juga Bung.. bahwa kemacetan itu bukanlah masalah yg ditimbulkan oleh
orang lain.. tapi kita yg merasa 'terjebak' kemacetan, sebenarnya adalah
'penyebab' kemacetan. siapapun yg bermobil di jalan adalah penyebab
kemacetan, dan semua orang berhak menjadi penyebab kemacetan dan karena hak
itu dimiliki semua orang, maka menderita kemacetan (yg ditimbulkan bersama)
adalah konsekuensi logis..  you did it to your-self...
So, kalau mau 'terbebas' dari kemacetan, maka harus rela tidak menjadi
'penyebab' kemacetan.. termasuk anak-2 sekolah.

sy sendiri sudah lama terbebas dari macet, karena setia dengan Busway dan
bersepeda...
(sekaligus mengurangi beban subsidi BBM)
dari DurenTiga masuk kantor di Harmoni jam 7an, berangkat jam 6.20an dan
pulang jam 4 (teng)...


salam,
-K-


NB: Bung Manneke, cobalah bersepeda atau sport apa pun.. you could use the
endorphins.


On Sun, Nov 30, 2008 at 8:07 AM, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>   Waduh, mentah lagi diskusinya. Repot memang menghadapi orang-orang yang
> kurang mampu nyimak dengan baik.
>
> Ini urusan lalu-lintas, Bung, bukan kebiasaan atau jam tidur anak.
> Susahnya, kebijakan yang kau puja-puji itu mencampur-adukkan keduanya.
> Seolah-olah persoalan lalu-lintas bisa diselesaikan dengan mengutik-utik jam
> tidur anak-anak.
>
> Di kota-kota lain mana sekolah masuk jam 6.30? Anak-anak di sana nggak
> stress? Ini ngimpi Anda di siang bolong atau ada riset/datanya? Coba
> tunjukin sini.
>
> Di sekolah mana Anda tengok anak-akank sudah datang ke sekolah jam 6.30?
> Berapa persen jumlahnya? Atau lagi-lagi ini igauan Anda aja?
>
> Bikin pernyataan tanpa data dan tak masuk di akal seperti Anda inilah yang
> mendramatisir persoalan.
>
> Payah!
>
> manneke

Kirim email ke