Mailing list ya mailing list, tapi nama setiap pengirim posting selalu tercantum di atas postingan-nya. Apa kalo sekarang saya sedang menulis tanggapan ini, maka ini tidak ditujukan kepada Anda? Kok makin mbulet aja? Yang defensif itu Anda, Bung, sebab Anda punya andil dalam kebijakan sontoloyo ini. Makanya ketika dikritik, langsung spanning! Jangan dibolak-balik ah. Oooo tahun depan ada jalur sepeda? Menurut Anda ini akan mengurangi kemacetan lalu-lintas? Coba kita dengar apa kata sidang anggota FPK ini tentang kebijakan jalur sepeda yang supercerdas itu. Saya sendiri tahan diri sebelum komentar soal jalur sepeda, sebab Anda tidak kasih detilnya di sini, cuma lempar impian abstrak. Yang minta hasil instan juga siapa? Dan tak perlu kuliah Anda untuk menjelaskan bahwa sakit kanker tak ada obatnya yang instan. Yang saya persoalkan--buka mata dan isi kepala Anda baik-baik dan perhatikan--adalah apakah obatnya sesuai atau tidak untuk mengobati penyakit kanker itu? Jadi, lagi-lagi Anda meleset Bung. Saya berargumentasi soal keseusaian dan kemendesakan kebijakan jam sekolah, Anda bicara soal mie instan. Simak Bung! Orang waras di seluruh dunia kalo disuruh beli barang busuk ya pastinya tak akan puas. Dan selama jualan Anda dan kawan-kawan Anda di DKI tak bermutu, jangan paksa publik untuk puas. Sangat simpel dan jelas. Cuma orang yang kebiasaan otoriter yang tak mengerti prinsip sesederhana ini. Anda duduk di Dewan Transportasi Kota, bukan? Anda punya akses langsung ke Pemda DKI, bukan? Jawab yang jujur ya Bung, sebab ini akan menentukan Anda masuk kategori "orang dalam" atau bukan. Lalu, And asekarang mau katakan bahwa suara dan pemikiran Anda tentang manajemen lalu-lintas DKI ini TAK ADA HUBUNGANNYA dengan lembaga tempat Anda bekerja? Bung, siapa yang cukup naif hingga mau Anda kadalin di sini? Kalo sampai saya buat dikotomi antara Anda dkk dan saya dkk, itu sebabnya adalah karena sikap dan posisi yang Anda ambil sejalan dan senapas dengan kedudukan Anda dalam lembaga penasihat pemda DKI soal lalu-lintas itu. Saya faktual aja, Bung, nggak ngimpi di siang bolong kaya Anda. nanti kalo Anda bisa tegas menunjukkan bahwa skap pribadi Anda tidak membeo kedudukan Anda di lembaga yang digaji DKI itu, baru saya cabut dikotomi itu. OK? manneke
--- On Tue, 12/16/08, Harya Setyaka <[email protected]> wrote: From: Harya Setyaka <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kalau PNS masuk jam 06.30 wib To: [email protected] Received: Tuesday, December 16, 2008, 11:17 PM Bung Manneke... kan ini mailing list.. jadi sy tanggapi ya diskusi di email.. bukan dilontarkan spesifik ke anda.. jgn ge-er gitu aah.. makanya.. simaklah diskusi mailing list dengan seksama, ga usah terlalu defensif. yes bung.. anda makin hari makin cerdas.. bravo! selain masalah demand transprotasi. . ada juga masalah supply... yg bung Emir sudah sampaikan secara lebih komprehensif. dan semuanya sudah dipertimbangkan dalam Pola Transportasi Makro-nya Jakarta. Pemerintah juga sadar hal ini... makanya Busway dibangun, jalan-2 layang juga dibangun. Tahun depan dicanangkan perencanaan jalur sepeda.. dan sbgmana telah sy sampaikan, intervensi di sisi supply butuh waktu, dan investasi. Hasil nya pun tidak instan.. seperti mengobati kanker.. butuh diagnosa yg tepat, butuh operasi yg menyakitkan, butuh obat, diet & terapi yg tepat dan juga butuh konsistensi dan kesabaran... Konsistensi dlm menjalankan program memang bukan kelebihan (strong point) pemerintah kita. Sy akui itu. Masyarakat Indonesia juga tidak mudah dipuaskan... dan wajar bila tidak sabar menanti hasil.. namun ada juga yg memang anti-puas-ism. . apapun yg pemerintah lakukan selalu salah/kurang. .. ya sah-2 saja laah.. ga semua orang memakai sepatu yg sama. Terakhir, klarifikasi sedikit.. sy tdk paham dengan apa yg anda maksud dengan 'orang dalam' ? (dlm stream email lain) Menurut sy dikotomisasi dan memulai diskusi dengan kecurigaan berlebih bukanlah sifat yg konstruktif. Bisa sy pastikan bahwa pendapat sy tidak dilatar-belakangi oleh keanggotaan sy di lembaga manapun. malah sebaliknya. Lembaga yg sy giati sy pilih oleh pendapat dan nilai yg sy miliki. salam, -K-
