Bung Manneke... kan ini mailing list.. jadi sy tanggapi ya diskusi di email.. bukan dilontarkan spesifik ke anda.. jgn ge-er gitu aah.. makanya.. simaklah diskusi mailing list dengan seksama, ga usah terlalu defensif.
yes bung.. anda makin hari makin cerdas.. bravo! selain masalah demand transprotasi.. ada juga masalah supply... yg bung Emir sudah sampaikan secara lebih komprehensif. dan semuanya sudah dipertimbangkan dalam Pola Transportasi Makro-nya Jakarta. Pemerintah juga sadar hal ini... makanya Busway dibangun, jalan-2 layang juga dibangun. Tahun depan dicanangkan perencanaan jalur sepeda.. dan sbgmana telah sy sampaikan, intervensi di sisi supply butuh waktu, dan investasi. Hasil nya pun tidak instan.. seperti mengobati kanker.. butuh diagnosa yg tepat, butuh operasi yg menyakitkan, butuh obat, diet & terapi yg tepat dan juga butuh konsistensi dan kesabaran... Konsistensi dlm menjalankan program memang bukan kelebihan (strong point) pemerintah kita. Sy akui itu. Masyarakat Indonesia juga tidak mudah dipuaskan... dan wajar bila tidak sabar menanti hasil.. namun ada juga yg memang anti-puas-ism.. apapun yg pemerintah lakukan selalu salah/kurang... ya sah-2 saja laah.. ga semua orang memakai sepatu yg sama. Terakhir, klarifikasi sedikit.. sy tdk paham dengan apa yg anda maksud dengan 'orang dalam' ? (dlm stream email lain) Menurut sy dikotomisasi dan memulai diskusi dengan kecurigaan berlebih bukanlah sifat yg konstruktif. Bisa sy pastikan bahwa pendapat sy tidak dilatar-belakangi oleh keanggotaan sy di lembaga manapun. malah sebaliknya. Lembaga yg sy giati sy pilih oleh pendapat dan nilai yg sy miliki. salam, -K- On Wed, Dec 17, 2008 at 2:34 AM, manneke budiman <[email protected]>wrote: > Kalo gitu reply-nya harus ke Bu Rima Salim, bukan ke saya. Kalo Anda > reply ke saya bawa-bawa isu stress dan bunuh diri, tentu saya akan > menyangkal bahwa itu adalah pemikiran saya. > > Di lain pihak, saya yakin Bu Rima Salim punya alasan tersendiri untuk > mengangkat soal itu. Kenapa tidak Anda eksplorasi lebih lanjut dengan Beliau > dan malah dilontarkan ke saya? > > Pak Harya, kalau mau menyalahkan aktifitas manusia untuk soal kemacetan > lalu-lintas, maka semua persoalan di dunia ini yang menag buntutnya adalah > aktifitas manusia. Ini bukan pintu masuk yang konkrit untuk memahami masalah > dan mencari solusi. > > Dalam kasus kemaceta lalu-lintas, aktifitas manusia tidak berjalan > sendirian. Ada faktor kapasitas jalan, ada faktor pertumbuhan kendaraan > bermotor, ada faktor perilaku berkendaraan di jalan, ada faktor kualitas dan > usia kendaraan, dan banyak lagi faktor atau variabel lain yang harus > dipertimbangkan, bukan cuma "aktifitas manusia" thok. > > manneke
