Santai aja, saya sekolah dari SD sudah biasa datang jam 6 pagi, sampai
sekarang kerja juga tiba di kantor jam 6 pagi, tidak ada masalah. Malah bisa
sedikit belajar pagi-pagi, bikin PR dsb. Sekarangpun datang pagi di kantor
juga bisa beres-beres kerjaan terlebih dulu.
Saya percaya tidak akan ada maslah kalau jam sekolah dimajukan lebih pagi,
jalani saja, dengan iklas dan gembira.
Tidak perlu marah-marah apalagi narsis,  hehehehe

ary

2008/12/9 manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]>

>   Untuk bisa menentukan apakah kebijakan Pemerintah DKI memajukan jam
> masuk sekolah anak adalah kebijakan ngawur atau enggak, saya tak perlu pakai
> baca-baca macem-macem literatur, Bung. Cukup pakai akal sehat dan hati
> nurani saja.
> �
> Justru saya yang ingin menasihati Anda dan juga kaum penguasa di Pemda DKI
> yang Anda bela itu supaya tidak terpuruk dalam SIMPLIFIKASI: mau mengatur
> lalu-lintas gak punya cukup akal, maen ambil gampangnya aja anak sekolah
> yang disuruh masuk lebih pagi.
> �
> Pengakuan Anda bahwa pemda DKI bersikap topdown dalam ambil kebijakan itu
> sudah jelas. Problemnya adalah pada sikap Anda yang menyepakati bahwa untuk
> merekayasa pola aktivitas masyarakat, anak sekolah yang harus dijadikan
> kelincinya. Masuk belum mengerti juga ya? Saya sampai bosen nih tanya:
> kenapa kok anak sekolah? Kok nggak karyawan/pegawai saja yang nyata-nyata
> jumlahnya jauh lebih besar daripada jumlah anak sekolah? Bisa nggak Anda
> kasih jawaban yang masuk akal? Lagi-lagi, jangan-jangan yang kaga nyimak itu
> Anda, Bung!
> �
> Yang ngomong anak-anak pada bunuh diri karena stress siapa? Anda mulai mau
> ajak saya masuk ke pelajaran "mengarang" cerita ya? Yang saya selalu
> tekankan adalah TIDAK PANTAS membebankan urusan kemacetan lalu-lintas ke
> anak-anak!!!!! Orang tua mau Anda suruh bilang apa? "Nak, kamu harus masuk
> lebih pagian ke sekolah sebab Pemda DKI mau mengurangi kemacetan
> lalu-lintas." Gitu ya? �Apa nggak bakal kedengaran bodoh sekali di telinga
> anak-anak itu? Mikir, Bung!
> �
> Jalan pikiran Anda makin lama makin keliatan ajaib, Bung. Kalo Anda beli
> mobil dan lalu terjebak dalam kemacetan MEMANG itu akibat egoisme dan
> kemanjaan Anda sendiri. Anak sekolah yang harus sekolah naik kendaraan itu
> apa karena KEMAUAN mereka? Mobil yang mereka naiki itu apa mereka yang
> BELI?� Lalu, APA PANTES menyuruh anak-anak BERTANGGUNG JAWAB pada
> kemacetan yang terjadi? KALU mau hukum orang tua mereka yang doyan beli
> mobil, silakan. TAPI JANGAN ANAKNYA YANG DIHUKUM!
> �
> Luruskan jalan pikiran Anda, Bung! membedakan sumber permasalahan saja Anda
> sudah nggak karuan, gimana mau bicara solusi?
> �
> manneke

Kirim email ke