Bantuan apa yang dibutuhkan mereka dari kita, Bung Dimas? Ratna Sarumapet sudah mau bantu, Mabes Polri sudah siap bantu, di awal-awal terkuaknya kasus orang semilis juga kasih bantuan moril, bahkan KBRI pun sudah bantu. Tapi kayanya mereka lebih suka "bantuan" dari media-massa yang menjadikan mereka objek infotainment ya? Kok ini tidak disinggung-singgung sih dalam sajak Anda yang indah itu? manneke
--- On Wed, 6/3/09, masdimas62 <[email protected]> wrote: From: masdimas62 <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Awas Agenda Setting Manohara To: [email protected] Received: Wednesday, June 3, 2009, 12:43 AM Salam, Ada banyak cara melihat drama kehidupan yang menimpa orang lain. Ada yang sepenuhnya simpati ada yang sepenuhnya curiga. Ada yang yang mau mengerti Ada yang serba menista! Daisy Fajarina telah berjuang menempuh segala cara untuk mendapatkan kembali anaknya dan kini mereka tengah mensyukurinya, Kita yang cuma menonton menistanya mencurigainya, mewaspadainya menganggapnya seolah semua sandiwara Apakah harus mengalami sendiri agar bisa merasakan apa yang mereka alami? Mengapa kita juga tidak menista para TKI yang bertarung nyawa di negeri tetangga? Mengapa mereka mau susah payah melintasi lautan untuk jadi budak yang dihinakan di negeri jiran? dan sebagiannya cari mati dan membuat susah KBRI Apa bedanya dengan para TKI dengan Manohara dan ibunya? jika alsannya adalah mencari kehdiupan yang lebih baik? Kita menistanya karena Manohara dan ibunya gagal Bersikap sinis karena dia cantik dari kalangan menengah? Mengapa tidak kita salahkan semua yang melakukan kesalahan karena tidak melakukan seperti yang "kita" pikirkan seperti yang kita "ingin" dan memandang mereka mengangkat dagu saat mereka gagal dan ternista dan membutuhkan bantuan kita? Dimas
