Sepertinya penjelasan saya belum menjurus ke kesimpulan pihak yang "salah/benar" deh. Uraian saya hanya sekedar gambaran cara logika saya memilah dan mencerna suatu masukan informasi, agar tidak salah telen dan ujungnya keselek. Mengenai siapa salah .. belon juga ada pembuktian .. dan paling tidak, penjelasan/reaksi resmi dari pihak lawan .. ? Salam, Bodo
--- In [email protected], Haniwar Syarif <haniwarsya...@...> wrote: > > kok ada sih orang Indonesia yang justru menyalahkan manohara ygdibawha umur > > > padahal yg jelas salah ya lelakinya dong si pangeran > > > makanya mas Adhie jadi bingung > > > > HS > > > At 10:37 AM 6/8/2009, you wrote: > >Tepat sekali Pak, titik tolak penilaian secara logika sehat saja, > >sebenarnya cukup dengan menganalisa "sikap" keluarga tersebut > >terhadap delikt perkosaan saat si "gadis" berusia 15 tahun. Seorang > >(siapapun dia) yang pernah sanggup melakukan perkosaan, dapat > >dipastikan memiliki potensi yang sangat bringas dan brutal, serta > >nyaris memiliki prilaku dengan nilai kemanusiaan yang rendah. Jadi > >prilaku seperti apa yang dapat diharapkan (expected) dari person > >seperti ini? Pernikahan di usia 16 tentu mensyaratkan persetujuan > >"orang tua / wali" nya (entah, bila di MY berlaku hukum yang > >berlainan). Bila boleh di asumsikan, bahwa walinya saat itu > >berlogika sehat, pertanyaannya adalah "dorongan/imbalan" apa yang > >dapat melancarkan persetujuan seperti itu? Oleh karena itu, asumsi > >"impian bubar" atau "penyiksaan fisik serta psikis" juga "pelecehan > >HAM serta harga diri" adalah hal-2 yang amat sangat mungkin terjadi, > >karena memang telah terprogram sejak awal. > > >Salam, > >Bodo >
