@andryansyah..,
Benar Pak Andry.,Akhyar Diansyah adlh nama sy yg sebenarnya' Oleh krn 
itu..panggil sy Akhyar aja he..he..:)

Btw..,ada bbrp hal yg perlu diluruskan dr bbrpa rekan kita yg msih bingung dgn 
definisi korupsi sbg kjahatan kerah putih.Shgga mncampur adukan antara korupsi 
dgn maling atau pemeras dgn yg diperas,meskipun esensinya sama..yakni mengambil 
sesuatu yg bukan hak nya.

Intinya korupsi sbg kjhatan kerah putih adlh kjahatan yg dlakukan oleh para 
PEMBUAT KEPUTUSAN,yg dgn jabatannya tlh myalahgunakan jabatan tsb,shgga 
memudahkan mrk untuk memperkaya dirinya scr melawan undang-undang.Entah mrk itu 
di institusi
polri,KPK,jaksa,kehakiman,DPR,militer,pers dsb,dsb mk dianggap sbg kerah putih.

Lantas timbul prtanyaan..,apkh polisi yg sembunyi di perempatan dan muncul 
tiba2 saat penguna kndraan melanggar rambu lalin & minta/diminta uang "damai" 
adlh korupsi?
atau..apkh seorang pegawai honorer di pemda yg menjual koran2/krtas bekas ke 
pemulung scr melawan hak adlh korupsi? jawabannya TIDAK!,tanya kenapa? krn yg 
mrk lakukan hanyalah maling/pencuri kecil2an skdar pemenuhan kebutuhan hidup yg 
makin menggila.

Dalam konteks tulisan saya sebelumnya yg mngatakan"tergantung dr sudut mana 
kita melihatnya",tidak bisa diartikan scr ekplisit meng amini tindakan tsb. 
Harus dilihat kaitan sebelumnya,untuk itulah sy tidak bosan-bosannya 
mengulang..dibutuhkan pemahaman yg menyeluruh dan utuh(komprehensif 
integral)dlm memahami persoalan ini agar tidak salah langkah.

Bhw benar anggodo & anggoro (yg kecewa pd kpk,krn dituduh melakukan suatu 
ksalahan yg tdk bisa dibuktukan kpk & polri) tlah menggunakan sumberdaya 
/sumberdana(relasi bisnis,pertemanan,pengaruh,uang dsb)untuk mngusut oknum kpk.
Apakah anggodo/anggoro salah??,jelas "SALAH"! krn tlah "mnyuap" polri agar 
memproses kasusnya (yg dicekal kpk tanpa alasan yg jelas)supaya lancar.
Apakah tindakan anggodo& anggoro yg dlm rekaman tsb "mengatur" ini & itu pd 
oknum polri adlh benar??,jelas "BENAR"!krn dia tlah dikhianati oleh oknum kpk 
&..galibnya polri yg minim dana untuk mngusut/menyidik suatu perkara hgga ke 
tingkat kejaksaan.
Inilah yg saya maksud sbg "trgantung dr sudut mana kita memandangnya".

Kalo menurut saya.., demi sebuah kepentingan yg lebih besar & bermanfaat bagi 
kemaslahatan orang banyak mk..tindakan anggodo ini dapat "dibenarkan",krn kasus 
korupsi adlh kjahatan yg luar biasa jd..butuh penanganan yg luar biasa pula.

Sbgmna hal nya seorang jurnalis menggali sumber informsi yg luarbiasa 
penting,mk dbutuhkan cara2 trtentu yg kadang tdk lazim & brtentangan dgn hati 
nurani,kaidah,norma,aturan yg brlaku demi..kepentingan menggali sumber 
informasi/berita yg sangat penting.

Ttg apa bukti konkrit/pengalaman yg mndasari komen sy ttg kpk..tidak bisa sy 
ceritakan seutuhnya.
Namun sy bisa mnceritakan bbrpa point penting sbg bahan renungan awal utk 
pemahaman mndasar ttg perilaku korupsi di lembaga ini.
1.Statemen mantan kpk periode sblumnya(ruki),dlm sebuah wawancara dgn sebuah 
stasiun tv swasta(saat akan mngakhiri periode masa jabatannya),saat dwawancarai 
ttg knpa kinerja kpk dbawah pimpinannya tdk spt yg dharapkan banyak 
orang?,beliau mnyatakan.."ada belasan ribu laporan kasus korupsi yg dterima kpk 
dr masyarakat & brbagai pihak selama masa jabatannya. Sebagian ada yg didukung 
bukti/fakta serta saksi konkrit dan sebagian lain tidak.
Sebagimana yg kita ketahui bhw korupsi tlh merasuk hampir kesebagian besar 
aparatur kita,artinya..laporan sekecil & sesepele apapun dr masyarakat tentulah 
patut ditindaklanjuti.Mulai dr yg kelas teri hgga kls ikan paus.
Dan diakhir wawancaranya ruki mnyatakan bhw kinerja kpk pimpinannya "hanya" 
mengumpulkan infrmasi matang utk digunakan/ditindaklanjuti kpk periode 
sesudahnya.

2.Ada brpa banyak orang2 spt Nasrudin zulkarnain?,yg entah krn komitmen & 
integritasnya yg tinggi utk menghapus korupsi di tubuh instansinya,atau punya 
maksud2 trtentu...agar para atasannya yg trlibat korupsi bisa diperkarakan,spya 
posisi sbg atasan tsb jatuh ke tangannya?.
Orang2 spt nasrudin..yg merupakan salah seorang top eksekutif dr institusi yg 
diduga korup tsb, tentulah laporannya tdk main-main dan bisa 
dipertanggungjawabkan.
Tp..apkh yg trjadi? apkh kasus pt.rajawali tsb ditindaklanjuti kpk?, paling 
jawabannya..masih dlm proseeeeesss he..he..he
Selidiki lawyer pt.rajawali dan hubungkan dgn bbrpa lawyer antasari..ntar 
ketemu deehh..he..he..he

Ttg apa & siapakah saya.., sudah sy jelaskan pd komen2 sebelumnya. Bhw saya 
bukanlah intel/antek2 koruptor/mafia.Saya adlh bagian dr elemen masyarakat yg 
prihatin dgn persoalan penegakan hukum diindonesia,yg persepsinya thd kpk & 
polri harus dbenarkan. Untuk itulah sy nimbrung di milis ini skdr brbagi 
pendapat & saran.

Saya bukanlah tipe orang keras kepala yg suka mempertahankan suatu pendapat 
tanpa ada fakta & dasar hukum nya,saya trbuka utk hal-hal baru sekiranya ada yg 
"lebih" dr pendapat saya.
Tp kalo cuman bisa menghujat & caci maki hanya krn beda pandangan & pendapat 
dgn saya,tanpa mrk ngasi argumen cerdas mk..maaf-maaf sajalah.
mrk level nya tentu amat sangat jauh dbawah saya sbg pembaca harian kompas yg 
cerdas,dbanding mrk yg hanya pembaca koran kuning & gosip,tabloid hot yg 
membangkitkan syahwat.

Bhw seluruh institusi penegak hukum dinegeri ini BURUK adlh benar!,untuk itulah 
seluruh elemen mayarakat harus bahu-membahu memberantas korupsi dgn cara 
mndesak dpr agar segera mngesahkan RUU KUHP & RUU KUHAP,memperkuat posisi KY 
agar bisa memecat hakim brmasalah,hakim komisaris utk penahanan/penangguhan 
penahanan,dsb,yg mana rencana ini di jegal terus oleh para mafia sjk puluhan 
tahun yll lewat DPR.

Itulah gerakan moril yg benar!,bukan mendukung bibit-candra antasari agar jgn 
disidang dpengadilan atau bebas murni ya?,atau..mngganti pimpinan polri & 
kejaksaan atau..revolusi,spt yg diharapkan partai kalah pemilu atau..orang2 
kapiran lainnya.
Kalo marah ke nyamuk yaa..jgn kelambunya doong yg dibakar?,tp nyamuknya aja yg 
di bunuh ya? he..he..he

Terimakasih

Akhyar Diansyah


--- In [email protected], "andryansyah" <andryans...@...> 
wrote:
>
> Pertama saya ingin tanyakan, apakah nama akhyar diansyah ini nama Bapak yang 
> sebenarnya?
>
> Kedua, apa bukti kongkrit atau pengalaman apa yang mendasari omongan ini, 
> "Para mafia yg tidak senang atas penahanan oknum KPK (krn belasan ribu kasus 
> korupsi yg besar & kecil bisa selesai dbawah tangan berkat krjasama yg cantik 
> antara mafia dgn oknum KPK."
>
> Saya memang tidak percaya dengan polisi karena pengalaman selama ini. Tetapi 
> dengan KPK, saya memang sedikit ragu, karena ada mantan pejabat eselon II 
> yang saya tahu dan saya dengar juga sifatnya dari mantan anak buahnya, yang 
> buat saya parah, tetapi pernah jadi orang yang cukup punya posisi di KPK.
>
> Omongan yang mengatakan hal yang sangat jelas dengan "trgantung dari sudut 
> mana kita melihatnya", jelas menunjukkan pak akhyar seperti apa orangnya. 
> Negeri ini dalam pengalaman saya terlalu dipenuhi pejabat yang tipenya 
> seperti ini....bela diri tapi gak mutu.
>
> Pak Akhyar punya sauadara yang jadi polisi, tahu seperti apa brengseknya 
> polisi secara umum????
>
> andry

Kirim email ke