Bung Akhyar Diansyah,
 
Waduh, anda benar - benar menggunakan logika miring dalam melakukan analisa 
Kriminalisasi KPK.
Kalau memang benar terbukti Kepolisian jauh lebih bersih dibandingkan KPK dalam 
hal Pemberantasan Korupsi, untuk apa Bangsa Indonesia ini membentuk KPK???
KPK dibentuk justru karena Kepolisian dan Kejaksaan Agung penuh dengan Oknum 
Busuk yang melindungi para koruptor tersebut.
Dalam kasus Jaksa Urip Tri Gunawan, terbukti bagaimana busuknya aparat 
Kejaksaan Agung dalam melindungi para Koruptor.
Anda bisa saksikan sendiri, bagaimana Kapolri atas nama Kepolisian melindungi 
Anggodo yang terlibat aktif mengatur Berita Acara Bibit dan Chandra agar bisa 
dipenjarakan.
Lha kalau Kapolrinya saja sudah menjadi pelindung Mafia Kasus, bagaimana anak 
buahnya???
Kok anda ini kelihatannya sudah menjadi Humas Kepolisian seperti Komisi III DPR 
yang menganggap tindakan orang seperti Anggodo dalam mengatur perkara dan kasus 
merupakan tindakan yang sah dan dilindungi oleh hukum ???.
 
Sekarang anda bilang bahwa KPK adalah pelindung dari para Mafia dan Koruptor 
Busuk itu???
Kalau memang benar, mengapa Anggodo yang juga seorang Mafia Kasus malah ingin 
menjebloskan Wakil Ketua KPK kedalam Penjara???
Apakah Anggodo ini memang kepentingannya berseberangan dengan kelompok Mafia 
Kasus lainnya???
Apakah kemudian terjadi konflik kepentingan antar sesama Mafia Kasus tersebut???
Apakah anda punya buktinya???
Jalan fikiran anda benar - benar sudah keblinger dalam upaya untuk memutar 
balikkan persoalan dan fakta.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Jum, 13/11/09, akhyar_diansyah <[email protected]> menulis:


Dari: akhyar_diansyah <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Korupsi adlh "Agama" diindonesia
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 13 November, 2009, 7:07 AM


 



@Godlip Pasaribu & @Haniwar Syarif...

Naahh..kalo yg bgini saya senang diskusi,

Dlm kasus perseteruan KPK bibit-chandra dgn polri,masyarakat hanya tahu satu 
sisi,yakni anggodo yg dgn arogannya "memerintahkan & mengendalikan" ini & itu 
pd aparat.

Tp cobalah kita renungkan sejenak..ttg apa2 hal yg melatarbelakangi shgga 
lahirnya sikap anggodo tsb,yakni ybs tlah dikecewakan oleh oknum KPK yg 
mencekal sdranya(anggoro) untuk suatu kesalahan yg tidak pernah bisa dibuktikan 
oleh KPK & polri.

Bhwa benar..kmdian Anggodo menggunakan seluruh sumberdaya & sumberdana nya 
untuk mengobati kekecewaannya, yg dikhianati oleh KPK sendiri.
Dan mungkin benar..,atas kekecewaannya tsb,anggoro/ anggodo kmdian mengeluarkan 
"sejumlah dana" pd polri utk menyelesaikan kasusnya.
Krn galib nya polri diindonesia yg cuman djatahin bbrpa ribu rupiah oleh negara 
untuk memproses suatu prkara hga ketingkat kejaksaan.
Mk..kekurangan dana itulah yg biasanya diberikan oleh anggota masyarakat yg 
menggunakan "jasa" mrk tsb,apkh ini dsebut korupsi? trgantung dari sudut mana 
kita melihatnya.

Para mafia yg tidak senang atas penahanan oknum KPK (krn belasan ribu kasus 
korupsi yg besar & kecil bisa selesai dbawah tangan berkat krjasama yg cantik 
antara mafia dgn oknum KPK.
Oleh krn itulah para mafia All Out utk membela oknum ini..agar kasus2 yg sdah 
trlanjur hilang..tidak muncul kembali,yakni dengan memanfatkan sentimen 
masyarakat yg tlah puluhan tahun dikecewakan oleh aparat penegak hukum.

Adapun cara-cara yg digumnakan oleh para mafia ini sangat cerdas & jenius!, 
dsamping memanfaatkan sentimen masyarakat thd polri, mrk jg memanfaatkan para 
pakar hukum sosial dsb,mahasiswa, TPF dan anggota LSM serta facebooker.

Nah..! bermodalkan dukungan fesbuker oleh masyarakat yg awam hukum,para 
pakar,LSM,TPF, media naif dan termasuk orang2 bayaran spt Manneke inilah kmdian 
mrk - para mafia - mem "Faith Accomply" pemerintah. Bebaskan seluruh oknum KPK 
atau..REVOLUSI!
Disinilah dibutuhkan suatu kearifan masyarakat dlm menilai suatu persoalan.

@Haniwar Syarif..,memang benar komitmen mrk (LSM,Effendi Gazali,Thamrin 
Amal,Fajrul. .)tlh kliatan.
Namun utk kasus ini..,krn "ketidakmampuan mrk memahami persoalan scr menyeluruh 
dan utuh" mk..mrk telah menggali kuburannya sendiri.

Jk mrk ternyata BENAR? mk makin kuatlah kredibilitas mrk sbg garda trdepan dlm 
mendobrak ketidakadilan.
Tp jk kemudian trbukti bhw yg mrk bela itu trnyata salah? mk..masyarakat tidak 
akan pernah bisa melupakan apa-apa yg mereka lakukan saat ini yg dgn gigih 
menegakkan benang basah!.
Oleh krn itu...ingat- ingatlah siapa-siapa saja yg getol Bin Gatel menegakkan 
benang basah ini, agar dimasa depan kita tidak mudah disesatkan dan bisa lebih 
brhati-hati he..he..he

Terimakasih

Kirim email ke