Pertama saya ingin tanyakan, apakah nama akhyar diansyah ini nama Bapak yang sebenarnya?
Kedua, apa bukti kongkrit atau pengalaman apa yang mendasari omongan ini, "Para mafia yg tidak senang atas penahanan oknum KPK (krn belasan ribu kasus korupsi yg besar & kecil bisa selesai dbawah tangan berkat krjasama yg cantik antara mafia dgn oknum KPK." Saya memang tidak percaya dengan polisi karena pengalaman selama ini. Tetapi dengan KPK, saya memang sedikit ragu, karena ada mantan pejabat eselon II yang saya tahu dan saya dengar juga sifatnya dari mantan anak buahnya, yang buat saya parah, tetapi pernah jadi orang yang cukup punya posisi di KPK. Omongan yang mengatakan hal yang sangat jelas dengan "trgantung dari sudut mana kita melihatnya", jelas menunjukkan pak akhyar seperti apa orangnya. Negeri ini dalam pengalaman saya terlalu dipenuhi pejabat yang tipenya seperti ini....bela diri tapi gak mutu. Pak Akhyar punya sauadara yang jadi polisi, tahu seperti apa brengseknya polisi secara umum???? andry --- In [email protected], akhyar_diansyah <no_re...@...> wrote: > > @Godlip Pasaribu & @Haniwar Syarif... > > Naahh..kalo yg bgini saya senang diskusi, > > Dlm kasus perseteruan KPK bibit-chandra dgn polri,masyarakat hanya tahu satu > sisi,yakni anggodo yg dgn arogannya "memerintahkan & mengendalikan" ini & itu > pd aparat. > > Tp cobalah kita renungkan sejenak..ttg apa2 hal yg melatarbelakangi shgga > lahirnya sikap anggodo tsb,yakni ybs tlah dikecewakan oleh oknum KPK yg > mencekal sdranya(anggoro)untuk suatu kesalahan yg tidak pernah bisa > dibuktikan oleh KPK & polri. > > Bhwa benar..kmdian Anggodo menggunakan seluruh sumberdaya & sumberdana nya > untuk mengobati kekecewaannya,yg dikhianati oleh KPK sendiri. > Dan mungkin benar..,atas kekecewaannya tsb,anggoro/anggodo kmdian > mengeluarkan "sejumlah dana" pd polri utk menyelesaikan kasusnya. > Krn galib nya polri diindonesia yg cuman djatahin bbrpa ribu rupiah oleh > negara untuk memproses suatu prkara hga ketingkat kejaksaan. > Mk..kekurangan dana itulah yg biasanya diberikan oleh anggota masyarakat yg > menggunakan "jasa" mrk tsb,apkh ini dsebut korupsi? trgantung dari sudut mana > kita melihatnya. > > Para mafia yg tidak senang atas penahanan oknum KPK (krn belasan ribu kasus > korupsi yg besar & kecil bisa selesai dbawah tangan berkat krjasama yg cantik > antara mafia dgn oknum KPK. > Oleh krn itulah para mafia All Out utk membela oknum ini..agar kasus2 yg sdah > trlanjur hilang..tidak muncul kembali,yakni dengan memanfatkan sentimen > masyarakat yg tlah puluhan tahun dikecewakan oleh aparat penegak hukum. > > Adapun cara-cara yg digumnakan oleh para mafia ini sangat cerdas & jenius!, > dsamping memanfaatkan sentimen masyarakat thd polri, mrk jg memanfaatkan para > pakar hukum sosial dsb,mahasiswa,TPF dan anggota LSM serta facebooker. > > Nah..! bermodalkan dukungan fesbuker oleh masyarakat yg awam hukum,para > pakar,LSM,TPF,media naif dan termasuk orang2 bayaran spt Manneke inilah > kmdian mrk - para mafia - mem "Faith Accomply" pemerintah. Bebaskan seluruh > oknum KPK atau..REVOLUSI! > Disinilah dibutuhkan suatu kearifan masyarakat dlm menilai suatu persoalan. > > @Haniwar Syarif..,memang benar komitmen mrk (LSM,Effendi Gazali,Thamrin > Amal,Fajrul..)tlh kliatan. > Namun utk kasus ini..,krn "ketidakmampuan mrk memahami persoalan scr > menyeluruh dan utuh" mk..mrk telah menggali kuburannya sendiri. > > Jk mrk ternyata BENAR? mk makin kuatlah kredibilitas mrk sbg garda trdepan > dlm mendobrak ketidakadilan. > Tp jk kemudian trbukti bhw yg mrk bela itu trnyata salah? mk..masyarakat > tidak akan pernah bisa melupakan apa-apa yg mereka lakukan saat ini yg dgn > gigih menegakkan benang basah!. > Oleh krn itu...ingat-ingatlah siapa-siapa saja yg getol Bin Gatel menegakkan > benang basah ini, agar dimasa depan kita tidak mudah disesatkan dan bisa > lebih brhati-hati he..he..he > > Terimakasih
