Hhmmm...
Kalo emang kejadiannya betul seperti itu berarti remunerasi kepolisian tidak 
dibarengi dengan syarat reformasi birokrasi.
Pengalaman saya di FO, saya juga pernah menemukan satker kepolisian yang 
mencoba melakukan kecurangan dlm memasukkan SPM, yaitu menggunakan tanda tangan 
scan (tidak basah).  Ada juga temen di middle yang menemukan tandatangan scan, 
namun waktu itu sudah lolos gt aja.  Namun kita tidak tinggal diam, pada waktu 
satker tsb ambil sp2d bensatnya diharuskan membuat surat pernyataan bahwa 
"benar telah melakukan kecurangan dgn ttd scan dan tidak akan mengulangi 
perbuatan itu lagi"
Satu lagi saya pernah tidak sengaja liat isi fd satker kepolisian ada folder 
yang isinya file cetakan tiket2 "fiktif" untuk DL.  Kemungkinan tiket-tiket 
palsu itu digunakan untuk perjalanan fiktif..

Maaf tulisan saya ini tidak bermaksud menjelek2an instansi kepolisian, tp hanya 
sebuah pembelaan thd dua teman kita...semoga mereka diberikan kekuatan dari  
اَللّهُ SWT...
Amien...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: sistian supriani <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 6 Mar 2011 18:06:19 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Forum Prima] Re: Djpbn-ku Setelah Jkt-2

Sharing : kebetulan istri temen kita ES adalah temen sekantorku di KPPN 
Tangerang, betapa Polisi terlihat kebobrokan dan kebiadabannya, untuk milih sel 
aja harus dimintain uang 25 juta (dari mana uang sebanyak itu dia dapatkan), 
minta 500 juta buat pengacara dari Polisi,
kalo analisa saya sebagai FO, kemungkinan untuk perbuat "kriminal" dari sAtker 
emang bisa dan sangat mudah, jadi KPPN hanya sebagai kambing hitam atas 
kejahatan yg dilakukan oleh PU dan Rekanannya..knp Pak Polisi gak nangkap orang 
PU?jawabannya pasti sudah ada deal antara mreka..Apa yg harus kita 
lakukan?pertama, sebgai Insan yg percaya sama Tuhan, berdoalah dalam setiap 
waktu, dan yg kedua berikan dukungan, 



Kirim email ke