Membahas ketidakberuntungan petani di Indonesia tidaklah akan ada habisnya. Jika dikatakan Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, petani bisa dikatakan pahlawan yang merana. Mereka berjasa besar bagi umat manusia dengan menyediakan pangan. Tapi dilihat dari mayoritas kehidupan petani, terutama petani padi mereka banyak yang kekurangan. Sangatlah ironis jika petani padi justru tidak makan nasi, mereka hanya mampu memakan oyek atau tiwul. Memang ada juga petani yang kaya, tapi berapa jumlah mereka???
Mungkin gampang untuk menyarankan jangan jual padi segera setelah panen. Tapi pada kenyataannya, untuk menanam padi sendiri mereka meminjam uang untuk membeli pupuk atau pestisida yang biasanya berbunga, belum lagi pinjaman untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan pinjaman yang segunung itu, mau tidak mau mereka harus segera menjual hasil panennya demi membayar hutang mereka. Belum lagi tuntutan sosial, seperti pesta2 setelah panen. Masih beruntung jika mereka petani sawah irigasi yang bisa menanam setahun dua atau tiga kali, sehingga mereka bisa segera menanam padi lagi untuk menyambung hidup mereka. Tapi bagi petani sawah tadah hujan, mereka harus menunggu musim hujan tahun selanjutnya. Jangan bilang harga ceiling price untuk beras 3500, petani kebanyakan tidak menjual beras, mereka menjual dalam bentuk gabah. Walaupun ditentukan harga dasar gabah yg biasanya sekitar setengah harga beras, toh petani menerimanya pasti dibawah harga dasar gabah tersebut. Jadi walaupun ditetapkan harga segini dan segitu, pada prakteknya petani selalu menerima harga dibawah yang ditetapkan. Memang ada KUT, program bantuan ini dan itu. Tapi pada prakteknya masih banyak catutan sana sini, yg diterima petani hanya sepersekian saja. Sedih memang.... salam petani, Siti Jahroh yang baru keluar dari kampung --- Haris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nasib petani, selalu saja tida beruntung. > Analisis Pak Maksum dari UGM ttg petani, import > beras dan harga gabah memang benar adanya. Apa yg > harus kita lakukan untuk membantu mereka, > memposisikan petani dalam kancah ekonomi global. > Setiap ada kesempatan ke daerah dan bertemu > petani, saya selalu bilang ke mereka untuk tidak > menjual gabahnya. Tapi dimanfaatkan untuk pangan > keluarga. Sedangkan untuk yg lain, bisa dari lahan > kering/kebun, ternak, atau usaha lainnya. Biar saja > orang kota mengurus makanannya sendiri. Tidak perlu > disuplai dari desa. Memperhatikan hal seperti ini, > peran lumbung padi (andai bisa, tidak hanya untuk > padi. Cabe misalnya yg terkadang dipermaikan > harganya kala panen raya) nampaknya menemukan > justifikasi untuk diaktifkan kembali dari mulai di > tingkat kelompok tani, desa, dan kecamatan. Karena > lumbung tsb tidak hanya untuk padi, maka segala > keahlian yg terkait dengan pengawetan makanan > diperlukan sumbangsihnya. Kita di IASA..mungkin bisa > bantu minimal dalam bentuk pemikiran untuk > kepentingan petani kita terkait dengan kondisi > seperti berita di bawah ini. > Maaf bila topik nya tidak sesuai dengan jadwal yg > sudah diagendakan. > > Salam > Haris Syahbuddin > > ----------------------------------------------------------------------------- > Pembatalan Impor Beras Wajib Hukumnya > > http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0511/22/dar5.htm > > Yogyakarta, CyberNews. Bagi staf pengajar Jurusan > Teknologi Industri Pertanian UGM Yogyakarta, Dr Ir > Mochammad Maksum MSc yang juga peneliti pada Pusat > Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM, Selasa > (22/11), pembatalan impor beras yang sampai sekarang > masih dibicarakan di DPR RI, adalah wajib hukumnya > meski dimensinya semakin melebar. Kemutlakan > pembatalan rencana importasi tersebut bukanlah > sekadar menjaga kesejahteraan petani, tetapi lebih > penting akan menunjukkan sense of crisis yang lebih > baik dari para petinggi negara terhadap nasib > petani, sekaligus sebagai upaya rehabilitasi public > trust yang telah mempercayakan amanatnya terhadap > SBY-JK. > ''Tanpa kebesaran hati SBY-JK dalam hal itu, > kebesaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) akan > menjadi semakin merosot legitimasi publiknya. Dan > rendahnya sense of crisis itu tentu harus > diperhatikan oleh SBY-JK sebagai indikasi penting > penentu reshufle KIB,'' ujarnya pula. > Menurut mantan Kepala PSPK UGM itu, pada tingkat > teknis nalar importasi berupa ambang batas cadangan > dan harga pasar rasanya sudah basi, dan sudah > waktunya untuk ditinjau kembali atau bahkan > dirombak. > Batas cadangan BULOG yang satu juta ton, mestinya > mengandalkan kegiatan pengadaan dalam negeri sewaktu > panen, bukan mengandalkan impor setelah rendahnya > procurement dalam kondisi negeri ini yang katanya > sudah surplus beras 3 juta ton per tahun. > Sementara, angka ambang harga Rp 3.500 per > kilogram jelas tidak tepat lagi dan harus dirubah > menjadi sekurang-kurangnya Rp 4.000 per kilogram > sebagai akibat berlipatnya harga BBM berikut segala > implikasi merosotnya nilai tukar petani. > Dikatakannya sebagai ironis sekali bahwa dalam > keseharian petani yang menghadapi kenaikan harga > seluruh barang dan jasa konsumsinya, petani harus > ikhlas membiarkan harga berasnya tetap jongkok, > tidak boleh naik, harus dipatok dengan ceiling price > 3.500 saja, karena harus senantiasa berjasa, > bertugas mengabdi untuk menjaga inflasi supaya tidak > naik, demi stabilitas bangsanya. > Benar sekali, ujar Maksum, apa yang dikatakan oleh > banyak orang bahwa pemberdayaan itu adalah sebuah > bentuk terorisme terhadap pedesaan dan sektor > pertanian. Oleh karena itu, adalah tugas KIB untuk > bersegera melakukan reformasi kebijakan, reformasi > struktural, bagi kesejahteraan petani. > ''Itu kalau tidak diinginkan bahwa masyarakat > petani akan memilih cara-cara radikal untuk > menggalang kekuatan melakukan aksi-aksi anti-teror > pedesaan dan pertanian menurut caranya sendiri.'' > Demikian diingatkan oleh Dr Ir Mochammad Maksum > MSc.( bambang unjianto/Cn08 ) > > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/S8XolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ========================================================================= "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia" ------------------------------------------------------------------------- Related homepages to IASA : http://iasa-online.org http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/ ========================================================================= Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/iasa/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
