betul pak haris....bukan karena kebetulan saya adalah yuniornya beliau (pak maksum.red) ...tp apa yang disampaikan pak haris dan pak maksum dan kita sbg anggota iasa sudah selayaknya berpihak pada petani....
affan
Haris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Nasib petani, selalu saja tida beruntung. Analisis Pak Maksum dari UGM ttg petani, import beras dan harga gabah memang benar adanya. Apa yg harus kita lakukan untuk membantu mereka, memposisikan petani dalam kancah ekonomi global.Setiap ada kesempatan ke daerah dan bertemu petani, saya selalu bilang ke mereka untuk tidak menjual gabahnya. Tapi dimanfaatkan untuk pangan keluarga. Sedangkan untuk yg lain, bisa dari lahan kering/kebun, ternak, atau usaha lainnya. Biar saja orang kota mengurus makanannya sendiri. Tidak perlu disuplai dari desa. Memperhatikan hal seperti ini, peran lumbung padi (andai bisa, tidak hanya untuk padi. Cabe misalnya yg terkadang dipermaikan harganya kala panen raya) nampaknya menemukan justifikasi untuk diaktifkan kembali dari mulai di tingkat kelompok tani, desa, dan kecamatan. Karena lumbung tsb tidak hanya untuk padi, maka segala keahlian yg terkait dengan pengawetan makanan diperlukan sumbangsihnya. Kita di IASA..mungkin bisa bantu minimal dalam bentuk pemikiran untuk kepentingan petani kita terkait dengan kondisi seperti berita di bawah ini.Maaf bila topik nya tidak sesuai dengan jadwal yg sudah diagendakan.SalamHaris Syahbuddin-----------------------------------------------------------------------------Pembatalan Impor Beras Wajib HukumnyaYogyakarta, CyberNews. Bagi staf pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian UGM Yogyakarta, Dr Ir Mochammad Maksum MSc yang juga peneliti pada Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM, Selasa (22/11), pembatalan impor beras yang sampai sekarang masih dibicarakan di DPR RI, adalah wajib hukumnya meski dimensinya semakin melebar.Kemutlakan pembatalan rencana importasi tersebut bukanlah sekadar menjaga kesejahteraan petani, tetapi lebih penting akan menunjukkan sense of crisis yang lebih baik dari para petinggi negara terhadap nasib petani, sekaligus sebagai upaya rehabilitasi public trust yang telah mempercayakan amanatnya terhadap SBY-JK.''Tanpa kebesaran hati SBY-JK dalam hal itu, kebesaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) akan menjadi semakin merosot legitimasi publiknya. Dan rendahnya sense of crisis itu tentu harus diperhatikan oleh SBY-JK sebagai indikasi penting penentu reshufle KIB,'' ujarnya pula.Menurut mantan Kepala PSPK UGM itu, pada tingkat teknis nalar importasi berupa ambang batas cadangan dan harga pasar rasanya sudah basi, dan sudah waktunya untuk ditinjau kembali atau bahkan dirombak.Batas cadangan BULOG yang satu juta ton, mestinya mengandalkan kegiatan pengadaan dalam negeri sewaktu panen, bukan mengandalkan impor setelah rendahnya procurement dalam kondisi negeri ini yang katanya sudah surplus beras 3 juta ton per tahun.Sementara, angka ambang harga Rp 3.500 per kilogram jelas tidak tepat lagi dan harus dirubah menjadi sekurang-kurangnya Rp 4.000 per kilogram sebagai akibat berlipatnya harga BBM berikut segala implikasi merosotnya nilai tukar petani.Dikatakannya sebagai ironis sekali bahwa dalam keseharian petani yang menghadapi kenaikan harga seluruh barang dan jasa konsumsinya, petani harus ikhlas membiarkan harga berasnya tetap jongkok, tidak boleh naik, harus dipatok dengan ceiling price 3.500 saja, karena harus senantiasa berjasa, bertugas mengabdi untuk menjaga inflasi supaya tidak naik, demi stabilitas bangsanya.Benar sekali, ujar Maksum, apa yang dikatakan oleh banyak orang bahwa pemberdayaan itu adalah sebuah bentuk terorisme terhadap pedesaan dan sektor pertanian. Oleh karena itu, adalah tugas KIB untuk bersegera melakukan reformasi kebijakan, reformasi struktural, bagi kesejahteraan petani.''Itu kalau tidak diinginkan bahwa masyarakat petani akan memilih cara-cara radikal untuk menggalang kekuatan melakukan aksi-aksi anti-teror pedesaan dan pertanian menurut caranya sendiri.'' Demikian diingatkan oleh Dr Ir Mochammad Maksum MSc.( bambang unjianto/Cn08 ) Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
=========================================================================
"Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
http://iasa-online.org
http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================
SPONSORED LINKS
Farming Agriculture
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "iasa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- [IASA] Petani nasib mu?. Haris
- Re: [IASA] Petani nasib mu?. Siti Jahroh
- Re: [IASA] Petani nasib mu?. Haris
- [IASA] The 5th International Student Summit Nasrul Pradana
- Re: [IASA] The 5th International Student S... Haris
- Re: [IASA] The 5th International Stud... Nasrul Pradana
- Re: [IASA] Petani nasib mu?. m.affan fajar
- [IASA] Re: (lembaga penjamin simpanan, asuransi pe... Yusuf Romadhon
- [IASA] diskusi bidang teknologi pertanian, da... m.affan fajar
- [IASA] Re: diskusi bidang teknologi pertan... eko_ipb
- Re: [IASA] Re: diskusi bidang teknolo... Mirwan Osakafu
- Re: [IASA] Re: diskusi bidang tek... Haris
- [IASA] Onegai shimasu... Nasrul Pradana
Kirim email ke
