Makin menarik nih diskusi kita.
Saya setuju dengan poin-point berikut:
1. pemetaan permasalahn pertanian kita (tanah, iklim, sosek, sistem distribusi saprodi, kepastian pasar dll).
2. Kemudahan akses terhadap modal, air, saprodi, dll
3. Dana pensiun petani dan jaminan bila gagal panen
4. Jaringan teknologi informasi
5. Desiminasi hasil penelitian, penyederhanaan bahasa
6. Penyadaran akan pentingnya kualitas produk.
7. Peran serta pemerintah (sebagai penyedia informasi uptodate ttg peluang pasar, prakiraan iklim, regulasi, dll).
8. Organisasi petani (kelompok tani)
9. Penyadaran akan pentingnya pertanian sebagai sektor utama.
 
 
Sebenarnya di Badan LITBANG DEPTAN, sudah memiliki beberapa perpanjangan tangan ditingkat propinsi yg disebut BPTP (Balai penelitan teknologi pertanian). Yang dimaksudkan untuk melakukan akselerasi produk teknologi yg sesuai dengan karakteristik daerah setempat (spesifik lokasi), mulai dari penerapan  teknologi yg sudah dihasilkan dari balai-balai dasar (balai komoditas, teknologi, dan model), sampai pada dampak sosek nya. Sayangnya memang tingkat adopsi teknologi dikalangan petani kecil belum memadai. Petani besar (skala bisnis) sudah memanfaatkan hasil-hasil penelitian lembaga ini. Atau dimanfaatkan oleh Pemda setempat untuk membuat kebijakan pertanian (ini yg banyak terjadi..lebih ke kebijakannya, adopsi teknologinya mengikuti dibelakang).
 
Fakta bahwa ancaman produk negara lain sudah terjadi ya hingga sekarang, dan akan kian berat manakala kesepakatan AFTA 2010 sudah diberlakukan. Waktu kita hanya tinggal 4 tahun lagi. Cukupkah waktu kita?. khususnya siapkah petani-petani kita bersaing menghadapi kukuhnya petani-petani negara lain yg solid (organisasi, pengetahuan, dan politis) dan didukung oleh pemerintah mereka.
 
Perhatian pemerintah thdp bidang ini, sangat tergantung dari partai politik yg ada sekarang. Maaf ya..tidak ada satupun partai politik yg menyuarakan pentingnya menciptakan produk pertanian yg unggul an intens. Semua disampaikan sambil lalu. Kala ada import beras mulai lah kita ribut. Tidak ada satupun yg membela, kecuali satu partai yang teriak soal pertanian dan kesejahteraan petani. Bahkan koran sekali pun, kecuali sinar tani (petani unggulan) dan  trubus (untuk skala bisnis). Pak Mochtar Bapottingi saat dialog santai di Kyoto menyampaikan, bahwa para kader partai ini harus diberi penyadaran akan pentingnya "nation", pendidikan, dan pertanian. Khusus bidang pertanian, selama ini yg terjadi adalah orang desa/petani lah yg mensubsidi orang kota.
 
Nilai tawar petani kita masih amat rendah sekali. Ada semacam kekuatan sistemik yg memang tida menghendaki nilai tawar petani kita menjadi kuat. Tidak bisa dibuktikan tapi bisa kita rasakan.
 
Saya kira kita-kita yg di sini khususnya di IASA, mempunyai tugas untuk tidak bosan bosannya menyuarakan ttg penting nya pertanian dan  keunggulannya, terutama dikaitkan dengan kekayaan sumberdaya alam kita.
 
Ada baiknya diskusi kita ini ada yg merumuskan dan kita tulis si Inovasi, ide-ide yang disampaikan sudah banyak dan uptodate saya kira. Tidak perlu sampai ke teknis. Yg penting ide itu sudah disampaikan, dan akan sangat baik bila ini bersifat rutin untuk disampaikan ke publik. Lumayan lho..Inovasi sudah diakses oleh banyak media masa di tanah air. Artinya tingkat keterbacaannya akan lumayan bagus. Dengan demikian sumbangsih ide rekan-rekan semua dapat diketahui khalayak dan kita tetap berharap pada akhirnya isu ttg pertanian menjadi isu pokok. Demikian juga sebagai sektor utama nantinya.
 
Maaf bila ada yg salah.
 
Salam
 
Haris Syahbuddin
 


Mirwan Osakafu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass Wr Wb,
 
Terima kasih mas affan, Kalau diizinkan mau ikut urun rembug,
 
Kalau menurut pendapat saya, salah satu faktor kritis yang berkaitan dengan petani dan juga kualitas produk yang dihasilkan adalah Sistem Informasi. saya setuju dgn pendapat pak eko, tentang pengalaman dan kemampuan petani kita, dan yang menjadi masalah adalah bagaimana menghubungkan para stake holder yang ada dalam sistem itu sendiri. saya kira petani jangan sampai berjuang sendirian dalam mengangkat nasib petani, ada pihak akademisi yang bisa membantu dlm pengembangan teknologi tepat guna, ada pihak investor, dan yang tak kalah penting adalah pihak Pemerintah sebagai pengambil kebijakan.
Kebetulan tahun lalu saya mempunyai kesempatan bertemu dengan Prof John F.Reid, seorang ahli Sistem Informasi Pertanian USA disuatu seminar di kyoto, saya menanyakan tentang bagaimana kans penerapan sis info pertanian di Indonesia? beliau bilang bahwa salah satu kata kunci suksesnya penerapan sis info tersebut adalah pemerintah, dan sis info tersebut tidak hanya sekedar Web Site, Teknologi satelit dll, tapi yang sesuai dengan kemampuan negara masing2.
Menyimak hal diatas, menurut pendapat saya faktor kualitas, harga, perubahan trend, kebijakan makro, mikro pertanian dll sebagai unsur terpadu satu sama lain, sebaiknya ditangani dalam suatu sistem info yang update, relaible, tidak njlimet, easy to use bagi petani., apalagi sekarang akan ada kerjasama dengan Microsoft, saya kira tidak ada salahnya memulai dari sekarang, walaupun harus bertahap.
 
Mungkin itu sedikit urun rembug dari saya, mohon maaf  kalau kurang profesional tulisannya, he...he, masih belum pengalaman, he..he, mohon bimbingan dan pencerahannya
 
Best Regards
 
Mirwan
Osakafu

eko_ipb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih atas pengantarnya mas Affan,

Saya melihat, sebenarnya di Indonesiapun juga berlaku sama dengan
disini.  Ingat beberapa tahuan yang lalu saat penyuluhan pertanian
mencapai kejayaannya..... Oh ..iya, masih ingat acara dari desa ke
desa-nya TVRI dulu.... saya pikir petani kita pintar dan baik-baik. 
Hanya sekarang sebenarnya akan kembali ke PT dan LP yang ada di
kita.  Apakah yang dikerjakan di PT atau LP itu selalu up to date? 
Atau jangan2 penelitian kita justru hanya sekedar menjustifikasi  
keberhasilan petani yang krn modal yang dia punya jauh lebih leading
dibanding penerlitian di PT dan LP.  Fenomena ini sebenarnya umum
terjadi di kita, padas emua bidang.  Lalu, apa kiatnya, saya pikir
penelitian, pujangga ilmu di PT atau LP harus turun gurun.  melihat
langsung permasalahan masyarakat.  Nah permasalahan itu l;ah yang
perlu kita upayakan penyelesaiaannya.  Jangan seperti waktu KKN
dulu, maksud hati ingin menyebarkan ilmu di PT, eh... malah
dinasehatin sama petani...

Sementara sekian diulu.... monggo...mas....

Salam,
Eko




--- In [email protected], "m.affan fajar" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> ass wr wb
>   
>   diskusi-nya masalah petani dan upaya utk
pemberdayaannya...terutama ttg dana pensiun petani jepang (terus
terang ini membuat saya iri....dgn petani di jepang....terima kasih
info-nya mas Yusuf..) sangat menarik dan bagus sekali.
>   
>   saya pernah punya pengalaman disini, sewaktu ada kolega-nya
sensee saya datang dan mau tatap muka dgn petani saya diminta ikut
bareng sama sensee saya, kebetulan petani-2 tsb mencoba untuk
mengaplikasikan penggunaan deep seawater untuk meningkatkan rasa
manis buah tomat, dan kolega-nya sensee saya juga menerapkan metode-
nya dia ( menggunakan tambahan larutan untuk meningkatkan kadar
salinity-nya) dgn tujuan yang sama (hal ini dimaksudkan utk
meningkatkan kualitas buah tomat dgn meningkatkan rasa manis,
keseragaman buah dan firmness buah), sehingga pada saat buah tomat
ini dimakan (buah tomatnya dijual segar..fresh tomato) konsumen akan
menikmatinya. selama kunjungan bersama sensee ke petani tsb mereka
punya kelompok dalam grup JA-nya yang berdiskusi dan mengaplikasikan
metode dari universitas dan riset centre.Yang membuat saya kagum dan
heran...para petani sangat menguasai bidang yang dia geluti dgn baik
sekali (mungkin sama juga dgn petani Indonesia yang juga profesional
di
>  bidangnya???)( mereka bisa mempraktekan pengaturan pengairan,
pembukaan shading, roof , suhu greenhouse), mereka paham penanganan
awal pasca panen (pemilihan, pemilahan dan pengemasan produk) serta
mereka mau berdiskusi utk meningkatkan pengetahuan dan berbagi
pengalaman . Satu lagi,  informasi yang ada di universitas dan riset
centre
>   dgn cepatnya sampai ke petani sebagai user.
>   
>   Yang ingin saya diskusikan :
>   1. Bagaimana pemberdayaan petani yang egaliter seperti ini dapat
diusahakan dan diaplikasikan di Indonesia untuk mendapatkan dan
meningkatkan kualitas produk pertanian kita.
>   2. Peran serta pemerintah, universitas, riset centre, LSM untuk
menyampaikan informasi terbaru kepada petani berkaitan dgn
peningkatan kualitas produk pertanian kita. contohnya : bibit yang
dipakai, sistem usaha tani yang digunakan dll dll....
>   3. Pemahaman dan penyebarluasan pentingnya aspek kualitas produk
yang dapat meningkatkan daya jual produk tsb kepada petani...(
mereka akan mikir ttg kuantitas dulu baru kualitas....benar nggak
ya...???)
>   
>   itu dulu mungkin ada yang mau menambahi permasalahan di bidang
peningkatan kualitas produk pertanian kita.
>   
>   Mari kita diskusikan...
>   
>   wass wr wb
>   affan
>   bidang teknologi pertanian-iasa-.
>   
>   
>  
>
>
>
>
>      
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS
>
>    
>     Visit your group "iasa" on the web.
>    
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>    
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>    
> ---------------------------------
>  
>
>  
>
>
>                  
> ---------------------------------
> Yahoo! Shopping
>  Find Great Deals on Gifts at Yahoo! Shopping
>







Yahoo! Personals
Single? There's someone we'd like you to meet.
Lots of someones, actually. Try Yahoo! Personals

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://iasa-online.org
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke