Ah.. akhirnya ada juga temen senasib... waktu liburan lebaran kemarin, 
meski cuma perjalanan sederhana ke pantai Anyer, Carita, tapi berasa deh, 
gimana rasanya jadi anak tiri di negeri sendiri ! 
Sepanjang pantai itu, semuanya dikuasai sama pribadi dan jadi pantai 
pribadi. Malah ada yang membangun sebuah dermaga di kawasan itu ? Untuk 
memasuki kawasan pantai itu, kita harus membayar uang retribusi dengan 
harga yang variatif. Beberapa malah jelas - jelas dipagar. 
 



Indra <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
12/10/2008 13:52

To
[email protected]
cc

Subject
[indobackpacker] Unek unek Pariwisata Indonesia






Pengen rasanya ngomong ke Presiden masalah ini, tapi gimana ya ?..
saya hanya seorang turis tas punggung, bukan ahli berdebat.. :)

4. Saya bikin postingan ini karena baru saja saya nonton acara TV
tentang pariwisata di Ambon, katanya Pantai yang paling terkenal di
Ambon setengahnya sudah dipagar, karena dimiliki warga negara asing..
itu mungkin hanya satu dari sekian banyak tempat2 di Indonesia yang
dimiliki oleh Asing, seketika itu juga saya jadi ingat ketika saya
nggak boleh masuk suatu tempat/pulau karena dimiliki Asing..sakit hati
sekali rasanya, saya terlahir dengan KTP indonesia tapi gak boleh
nginjek tanah di negeri sendiri. Contoh lain, buat saya Nusa Dua Bali
sepertinya nggak bersahabat..ketika saya masuk ke beberapa pertokoan
disana, beberapa penjaganya melihat saya dari bawah ke atas, sempet
emosi juga.. memang saya nggak niat beli, hanya ingin tahu saja.. tapi
begitukah perlakuan daerah wisata Indonesia terhadap yang berKTP
Indonesia ?.




 

Kirim email ke