Wah jadi panjang ya yang respon.. Saya sekali lagi minta maaf sama rekan rekan, apabila ternyata postingan saya sebelumnya tidak berkenan. dan sekali lagi saya tekankan saya nggak pandai menulis
Yang saya liat disini mengenai point No.3 banyak yang kontra ya.., maaf maksud saya bukan seperti yang teman2 kira, bukan artinya nggak boleh ke luar negeri, saya juga pernah ke luar negeri, Siapa coba yang tidak mau ke luar negeri ya ?.. saya juga tidak munafik, Tapi maksud saya kadang orang kita lebih bangga dengan "luar negeri" dibanding negeri sendiri. Mengenai Orang Indonesia yang kalo diluar negeri mewah, itu juga "katanya" sebuah blog/buku, saya sendiri selama ke luar negeri nggak mewah seperti buku itu sebutkan, Dan mengenai pilihan antara Bali dan Thailand karena mungkin dari segi bujet memang sama, kalau dua2nya belum pernah alangkah baiknya memilih Bali lebih dulu baru Thailand sebagai perbandingan. Tapi itu semua kan terserah pribadi masing masing ya.. betul seperti yang disebutkan, siapa yang bisa mencegah seseorang untuk berpariwisata ?.. Buat penginapan di kita yang dengan harga sama tapi fasilitas jauh, itu juga sebetulnya yang kurang lebih saya utarakan pada point no.1, jadi kita hanya bisa menunggu pemerintah tergugah untuk lebih memajukan pariwisata kita ?..kan tidak. Dan saya tidak bilang kalau ke luar negeri itu mahal, justru mungkin lebih murah.. begitu juga mengenai Indonesia Timur yang katanya harga tiketnya lebih mahal..kenapa bisa begitu ? artinya kan Indonesia Timur kurang didukung oleh pemerintah.. atau pemerintah kurang bisa menjembatani kita untuk berpariwisata ke Indonesia Timur, dan itu menjadi unek unek saya juga pada point 1. Pengalaman berpariwisata saya hanya secuil dibanding rekan rekan disini, bukan maksud saya sok tahu tentang negara lain atau tempat lain..hanya dari pengalaman saya yang sedikit itu saya coba ambil kesimpulan dan beberapa perbandingan. Pada dasarnya postingan yang saya buat beberapa hari lalu itu hanya sebuah ajakan untuk lebih mencintai negeri sendiri, dan tidak berarti tidak boleh luar negeri. Maaf dan salam, -Indra- --- In [email protected], elok dyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Bung Muara, > saya sepakat dengan Anda bahwa kita tidak bisa "mengarah-arahkan" orang untuk berwisata di dalam negeri saja. kalo memang budget terbatas, ya silahkan di dalam negeri. tapi jangan salah lho, kalau kita tinggal di jakarta dan berwisata ke kawasan timur Indonesia...wow, ongkos pesawatnya lebih mahal daripada anda pergi ke bangkok. > � > bung Indra, > menginap di jalan dagen/sosrowijayan yogyakarta dengan rate kamar Rp 60.000, kita dapat kamar jelek dan bathroom yang jorok bener, sementara dengan 7$US Anda dapat kamar dan bathroom bagus di cambodia, vietnam dan thailand.... so, siapa bilang ke luar negeri harus mahal? > � > tapi jangan disangka saya tidak cinta Indonesia.... hmm, saya sudah habiskan semua pulau2 besar dan kecil di indonesia kok... jadi jangan sebut orang yang backpacking ke luar negeri itu tidak mencintai indonesia. saya promosikan indonesia di multiply saya kok, dan banyak teman2 backpacker dari luar negeri yang datang ke indonesia karena melihat indahnya indonesia dari multiply saya. > � > so, alangkah bijaksananya jika kita tidak menakar hanya dari sudut pandang kita semata. kalo ada yang punya mimpi menghabiskan negara2 di dunia ini, so what gitu lho? apakah anda akan meredam mimpi2 seperti ini? no way..... > buat saya hidup cuma sekali...realisasikan mimpi2 kita semua... kalo mimpinya keliling indonesia ya monggo saja. kalo mimpinya menghabiskan dunia, anda bisa mengeremnya????� > � > regards, > http://elokdyah.multiply.com > � > � > � > > --- On Mon, 10/13/08, muara sianturi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: muara sianturi <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [indobackpacker] Unek unek Pariwisata Indonesia > To: [email protected] > Date: Monday, October 13, 2008, 10:07 AM > > > > > > > saya hendak mengomentari komentar nomor 3. > > Menurut saya kemana seseorang hendak berwisata, kita tidak berhak untuk > menilai. Karena itu hak setiap orang. Dan setiap orang punya preferensi dan > pertimbangan masing-masing. > > Dan menilai bahwa tempat wisata di indonesia lebih baik dari luar negeri ATAU > tempat wisata luar negeri lebih baik dari indonesia, bukanlah pemikiran yang bijak > dari seorang pelancong. Setiap tempat di muka bumi ini sama nilai, dan patut > untuk dinikmati. > > salam, > muara rs > > ----- Original Message ----- > From: Neng Ayoe > To: indobackpacker@ yahoogroups. com > Sent: Sunday, October 12, 2008 9:51 PM > Subject: Re: [indobackpacker] Unek unek Pariwisata Indonesia > > --- On Sun, 10/12/08, Indra <indrapatriasandi@ yahoo.com> wrote: > > From: Indra <indrapatriasandi@ yahoo.com> > Subject: [indobackpacker] Unek unek Pariwisata Indonesia > To: indobackpacker@ yahoogroups. com > Date: Sunday, October 12, 2008, 1:52 PM > > 3. Katanya turis Indonesia yang ke luar negeri terkenal mewah, suka > belanja, dan selalu bawa uang banyak..(katanya lho), coba turis > tersebut milih untuk berwisata di negeri kita. Kadang saya juga suka > heran, kenapa masyarakat kita sendiri begitu tergila-gila sama yang > namanya "luar negeri".."eh, kamu udah ke Amrik belum ?".. gila keren > amat.. padahal kalo saya pribadi lebih seneng ngomong "Gile.. kamu > udah pernah ke Papua ?.. hebaat..", dari hal diatas mungkin kita bisa > bertanya pada diri kita sendiri, cinta nggak kita sama negeri sendiri > ?, coba tanya pada diri sendiri, anggap kalo kita punya uang yang > cukup untuk berlibur, pilih ke mana ?, ke Bali/Lombok atau ke SG atau > Thailand ? > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
