Halo....
Saya sekedar mau share nih, 2 minggu yang lalu, saya ajak beberapa orang
saudara suami saya (asal dari Riau) yang nggak pernah ke tanah jawa. Terus kami
ajak mereka jalan2 ke candi borobudur. Untuk menghemat, kami menggunakan semua
dengan akomodasi yang murah meriah. Tanpa tour guide hanya sewa mobil saja.
Sampai di borobudur, kami membeli 9 lembar tiket masuk ditambah dengan tiket
utk memotret (1 kamera - Rp. 2000). Total rombongan memang 9 orang (termasuk
saya & suami). Di pintu masuk kami tidak mendapat masalah, sampai beberapa
meter dari pintu masuk, tiba2 ada seorang petugas (yang mengaku bernama Bp
Sutoyo) datang dan menegur kami, dia menanyakan apakah kami rombongan dari
TAIWAN. Dia bilang kalau rombongan dari Taiwan, maka harus bayar beda dan beli
tiket yang beda. Kami bilang kami dari kepulauan riau. Dia ngotot dan bentak2
kami utk menunjukan ktp kami semua (9 orang). Di depan orang banyak, dia ngotot
bahwa kami harus mengeluarkan ktp dan menunjukan kepada dia kalau kami bukan
turis dari TAIWAN.
Kami kecewa dengan pelayanan ini, apakah memang benar ada peraturan semacam
ini? seingat saya nggak ada tertulis jika TURIS TAIWAN harus bayar lebih.
Apalagi sebenarnya kami ini rombongan dari kepulauan Riau, dimana masih masuk
wilayah Indonesia.
Mohon informasinya, apakah memang seperti ini perkembangan wisata di borobudur
sekarang? Benar2 harus dibenahi, jangan sampai ada oknum2 yang memanfaatkan
situasi utk mendapatkan keuntungan dari turis2 asing yang datang ke borobudur.
Ada yang punya contact person yang menangani keluhan/saran utk kompleks wisata
candi borobudur?
Terima kasih
Aci