Di beberapa lokasi wisata sepertinya memang menerapkan pentarifan yang
berbeda antara turis lokal dengan turis interlokal (baca: asing).... heehee
, pentarifan spt ini juga saya lihat pas melakukan adventuride ke Candi
Gedong Songo di Ambarawa dimana harga tiket masuk berbeda. Mungkin itu
dilakukan sebatas karena turis mancanegara punya 'bekal' lebih saat
melakukan wisata kalui ya.
Yang jadi pertanyaan kenapa petugas mengira turis lokal itu dari Taiwan ?
apakah karena perawakannya yang memang mirip dengan orang asing ?

Mungkin untuk kritik dan saran harusnya dilemparkan ke Dinas Pariwisata
setempat kali ya :-)




Rgds.



2008/11/4 Maitreya Kasih <[EMAIL PROTECTED]>

>   Halo....
> Saya sekedar mau share nih, 2 minggu yang lalu, saya ajak beberapa orang
> saudara suami saya (asal dari Riau) yang nggak pernah ke tanah jawa. Terus
> kami ajak mereka jalan2 ke candi borobudur. Untuk menghemat, kami
> menggunakan semua dengan akomodasi yang murah meriah. Tanpa tour guide hanya
> sewa mobil saja.
>
> Sampai di borobudur, kami membeli 9 lembar tiket masuk ditambah dengan
> tiket utk memotret (1 kamera - Rp. 2000). Total rombongan memang 9 orang
> (termasuk saya & suami). Di pintu masuk kami tidak mendapat masalah, sampai
> beberapa meter dari pintu masuk, tiba2 ada seorang petugas (yang mengaku
> bernama Bp Sutoyo) datang dan menegur kami, dia menanyakan apakah kami
> rombongan dari TAIWAN. Dia bilang kalau rombongan dari Taiwan, maka harus
> bayar beda dan beli tiket yang beda. Kami bilang kami dari kepulauan riau.
> Dia ngotot dan bentak2 kami utk menunjukan ktp kami semua (9 orang). Di
> depan orang banyak, dia ngotot bahwa kami harus mengeluarkan ktp dan
> menunjukan kepada dia kalau kami bukan turis dari TAIWAN.
>
> Kami kecewa dengan pelayanan ini, apakah memang benar ada peraturan semacam
> ini? seingat saya nggak ada tertulis jika TURIS TAIWAN harus bayar lebih.
> Apalagi sebenarnya kami ini rombongan dari kepulauan Riau, dimana masih
> masuk wilayah Indonesia.
>

Kirim email ke