Hai Aci & teman2,
Baru saja saya & teman saya memperbincangkan soal itu juga kejadiannya persis 2
minggu lalu , teman saya bersama suami & mertuanya yang wN USA sudah beli tiket
Rp. 10 rb/ org. Sampai di dalam didatangi petugas katanya maaf ibu bawa turis
tiketnya harus yg Rp.100 rb./org.
Teman saya menjelaskan ke petugas bahwa itu suami & mertua nya bukan turis,
tetapi tetap saja petugasnya bersikeras menggiring teman saya & kel.nya ke
loket turis karena saking marah2nya teman saya terjatuh dan luka2. Jadilah
liburan yg seharusnya menyenangkan malah bikin kapok gak mau lagi kesana.
Menurut aku harga $10/org buat turis itu sudah murah, cuma ya itu kembali pada
SISTIM atau PROSEDUR yg perlu dibenahi. Kalo perlu disertifikasi ISO atau
apalah namanya. Termasuk semua petugasnya minimal harus di kursuskan "service
Excellent" atau "customer satisfaction" terlebih dahulu atau apalah namanya
tentang turisme & cara menegur, dll. Paling tidak PEMDA turun tangan, jangan di
KORUPSI aja. Borobudur kan "National Treasure" yg gak ada duanya di dunia.
Ngapain aja DINAS PARIWISATA ?
Aku yakin kejadian seperti itu sangat sering terjadi disana, cuma gak ada
perbaikan sistim. Terkesan petugasnya apatis, atau mungkin sengaja karena
mungkin ada maksud lain. Seharusnya kan dibuatkan "Incident Report" kalo ada
kejadian2 diluar kebiasaan atau paling tidak disediakan kotak saran untuk
perbaikan.
Bukan mau sok tau atau sok pinter, itu tadi hanya contoh tindak lanjut terserah
mau sistm seperti apa. Sebagai warga negara aku cuma mau ikut menjaga "National
Heritage" yang menjadi magnet turisme.
Coba bayangkan seandainya suami & mertua teman saya sharing cerita sedihnya
keteman2nya. PLEASE STOP DAMAGING INDONESIA TOURISM.
Salam,
NF