Sepakat, Bung Indra... Mungkin *message *saya yang pertama kurang jelas maksudnya. Padahal yang saya "dukung" di *message *saya itu adalah *peringatan 26 Des sebagai Hari Relawan*, titik. Saya tidak ada maksud sama sekali untuk membuka kembali polemik PMI dan non-PMI. Yang saya inginkan adalah relawan non-PMI juga mendapat pernghargaan sebagaimana yang didapatkan oleh relawan PMI.
Kalo ada pihak yang merasa 'mendapat angin' dari pernyataan saya, ya maaf saja ya. Dukungan saya dalam *thread *ini hanya sebatas pengakuan terhadap pengabdian relawan, bukan terhadap organisasinya. Soal polemik PMI dan BSMI, saya *no komen* aja deh kali ini. Capek omongnya........ 2008/1/6 indra bencana <[EMAIL PROTECTED]>: > > Aduh gak ngerti juga... menurutku PMI gak ada maksud untuk monopoli (dan > memang gak ada haknya), Bukan PMI kok yang tandatangan konvensi jenewa, > negara yang teken. Harusnya negara yang konsisten agar rakyatnya bisa > diatur. Ampun deh.. kalau semua aturan, kesepakatan, persetujuan, > permufakatan umat manusia dibuat hanya untuk diingkari, dikhianati, > dipungkiri.. macam apa kita ini? Cape deh.. Aku setuju memang itu bukan > kitab suci.. tapi menurutku sebagai umat (yang rasanya masih normal sebagai > manusia) yang mudah-mudahan masih bermoral juga (hehe) tentu sebaiknya harus > menghormati sebuah kesepakatan, perjanjian atau apapun namanya. Sungguh > indah kalau di dunia ini gak kata-kata ; "Alaaa semua bisa > diatur..!". Terima kasih,- > > Salam Kemanusiaan, > > Indrayuki Nu kasep >

