betul mas

tapi yg aku maksud bukan soal pendidikan secara umum tetapi

"*seorang anak sekolah berseragam pakai tindik di DAGU nya main di warnet
saya di Sukorejo*, kalau saya gurunya saya akan melaranynya secara lgsg
dengan cara sebisa mungkin"

bagaimana kalau anda jadi gurunya mas?


thks


ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2009/6/13 ery wijaya <[email protected]>

>
>
> Klo hemat saya, waktu yang dihabiskan seorang siswa di lingkungan keluarga
> itu lebih banyak dari pada di lingkungan sekolah. Mungkin di sekolah hanya
> 7-8 Jam, tapi selebihnya adalah lingkungan keluarga. Jadi saya rasa pengaruh
> keluarga itu sangat besar membentuk karakter seorang anak, lebih dari
> pengaruh guru di sekolah.
>
> Salam,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
>
> <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
>  <http://kamase.org>
>
> ------------------------------
> *From:* ASROFI <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Saturday, 13 June, 2009 19:33:16
> *Subject:* Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan
>
>  Setuju Pak Pur,
>
> Saya juga salah itu, itu memang tidak wajar, tadi pun pas mau menulis rada
> ragu, ternyata bener kata2 wajar itu harus kita buang jauh2 dimanapun tidak
> peduli di jalanan ataupun di TV. mari kita2 sama2 menyadarinya, kita harus
> mengambalikan budaya pisitif kita untuk saudara, adik, anak dan sepupu2
> kita.
>
> Guru di sekolah punya peranan strategis, bisa melarang anak2 bertato
> ataupun bertindik ria... Pak Pur, nitip ya.
>
> Sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab buat kita semua:
>
>    1. Apakah anak laki2 / perempuan kita bertato?
>    2. Apakah anak laki2 kita memakai tindik?
>    3. Apakah anak perempuan kita memakai cenalan yang sangat pendek di
>    jalanan?
>    4. Apakah kita terus belajar cara mendidik anak? atau hanya
>    mempercayakan ke sekolah?
>
> Salam superrr!
>
> ASROFI
>
> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
> Selatan
> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>
> Mobile  : +6281 311 661 479
> Yahoo : asrofism
> G-Talk : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
> Email : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id>
> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com>
>
>
> 2009/6/13 PakPur <pak...@gmail. com <[email protected]>>
>
>>
>>
>> Mas Asrofi Ysh,
>> Ijinkan sedikit "mengkritisi" apa  yg diungkapkan oleh Mas Asrofi.
>> Mas Asrofi menyebut kata "wajar" pada kasus tersebut. Inilah yg akan saya
>> kritisi. Mohon maaf sebelumnya.
>> "Kewajaran" yang terjadi dalam masyarakat kita sebenarnya adalah sebuah
>> akulturasi budaya yang secara otomatis diserap oleh masyarakat tersebut.
>> Bentuk2 atau eksperesi budaya ini bisa "masuk" lantaran masyarakat juga
>> memberi peluang untuk itu. Media adalah salah satu alat belajar budaya yang
>> paling efektif dan efisien. Cepat, murah, reliabel, dan menyebar sangat
>> jauh.
>> Fenomena tindik hanyalah salah satunya. Bagaimana dengan *tank top*, rok
>> mini, yg kita lihat di sinetron2. Wajarkah ? Coba tengok di Jakarta, adakah
>> ?
>> Tanggung jawab budi pekerti bangsa, ijinkan saya menyebut demikian,
>> sungguh, bukan hanya tanggung jawab guru semata. Saya berasumsi bahwa si
>> anak yang tindikan tadi punya orang tua, nah ... bagaimana sikap orang
>> tuanya ? saudara2nya ? lingkungannya ? Ekspresi "keakuan" inilah yg
>> semestinya kita semua saling "mengingatkan", namun masyarakat kita
>> sepertinya sudah "terlanjur sakit". Mengingatkan seseorang di jaman seperti
>> sekarang ini , sangat mungkin bisa berakibat fatal.
>> Yang kedua, "hukum" HAM yg sering dipakai oleh anak2 sekolah jaman
>> sekarang, diakui atau tidak, cukup menakutkan bagi guru. Siapa yang sudi
>> berurusan dengan polisi gara2 mengingatkan "kesopanan" seorang anak, dan
>> ternyata si anak tdk terima ?
>> Ini sebenarnya masalah kita bersama. Sama seperti bunyi knalpot yang
>> sangat mengganggu yang "katanya" untuk merayakan kelulusan. Bagian mana dari
>> opera kelulusan seperti itu yang diridhoi oleh masyarakat ?
>> Monggo mari kita renungkan bersama. Jika kita berpikir kita bisa berperan
>> ... di bagian mana di bangsa ini saya bisa berperan ?
>>
>> Salam
>> PakPur
>>
>> Pada 13 Juni 2009 13:37, ASROFI <m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>> > menulis:
>>
>>
>>>
>>> Katur teman2 Kendal Online,
>>>
>>> Beberapa minggu lalu saya menemui anak SLTA Sukorejo yang memakai tindik
>>> di dagu. Hal semacam itu di jalan2 wajar, tapi rasanya kalo masih pakai
>>> sragam sekolah kok ya aneh..
>>> Pertanyaan saya buat temen2 di sini yang kebetulan jadi guru: Apakah kita
>>> akan membiarkan anak didik kita yang cowo memakai tindik di kelas?
>>>
>>> Terimakasih,
>>>
>>> ASROFI
>>>
>>> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
>>> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
>>> Selatan
>>> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>>>
>>> Mobile  : +6281 311 661 479
>>> Yahoo : asrofism
>>> G-Talk : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>>> Email : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>>> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id>
>>> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com>
>>>
>>
>>
>
>  
>

Kirim email ke