Wah, diskusinya makin menarik yah ...
Apa yg disampaikan Mas Ery, setidaknya menurut saya, sudah tepat. Seorang
guru yang "masih" peduli pasti akan melakukan hal tersebut. Saya juga setuju
dengan ungkapan Mas Ery tentang peran serta masyarakat. Sungguh tidak mudah
melakukan hal tersebut :) Perjuangan "mental" para guru jauh lebih "berat".
Setidaknya ini terbukti dari pertanyaan Mas Asrofi yang menjadi topik utama
di sini. Kadang masyarakat sedikit "melupakan diri" pada peran ini.
Kepedulian yang berbuah "pahit" kemungkinan besar akan dihindari. Inilah
yang kemudian membuat proses "pembudayaan perilaku" yang (sayangnya) negatif
ini menjadi semakin "mudah" berkembang dan semakin "sulit" dikontrol.
Sebagai guru, batin saya makin sering menangis, sedih karena saya menyadari
kadang saya tidak mampu berbuat apa-apa, atau "perbuatan" saya sepertinya
seperti menggarami lautan. Hal yang membesarkan hati saya adalah
sekurang2nya saya tidak pernah me-ridhoi hal tersebut.

Salam "peduli"
PakPur

Pada 13 Juni 2009 22:29, ery wijaya <[email protected]> menulis:

>
>
> Kalau saya (dan tentu saya yakin semua guru) pasti akan melarangnya mas
> Asrofi. Kadang pas dilarang ya si murid pasti melepasnya, tapi kemudian kan
> menjadi sangat mungkin kalau di luar sekolah dia memakainya lagi. Kemudian
> hal ini menjadi kontrol masyarakat dan keluarga yang lebih mempunyai banyak
> kesempatan dibanding dengan  seorang guru yang mungkin ketemunya hanya
> beberapa jam saja sehari. Mas Asrofi saya kira juga berhak negur anak itu
> (meski bukan Gurunya) dan meski resikonya mungkin dia gak ngenet lagi di
> warnetnya mas Asrofi, tapi setidaknya mas Asrofi ikut dalam peran serta
> menjadi masyarakat yang memberikan kontrol yang baik.
>
> Kalau Guru melarang muridnya tindikan itu hal yang lumrah karena berada
> dalam lingkungan pendidikan, nah kalau kita sebagai anggota masyarakat ikut
> serta saya kira itu kepedulian yang luar biasa di era tumbuhnya trend
> masyarakat yang cuek satu sama lain.
>
> Mohon maaf kalau ada kata2 yang salah
>
> Salam,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
>
> <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
>  <http://kamase.org>
>
> ------------------------------
> *From:* ASROFI <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Saturday, 13 June, 2009 22:19:08
>
> *Subject:* Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan
>
>  betul mas
>
> tapi yg aku maksud bukan soal pendidikan secara umum tetapi
>
> "*seorang anak sekolah berseragam pakai tindik di DAGU nya main di warnet
> saya di Sukorejo*, kalau saya gurunya saya akan melaranynya secara lgsg
> dengan cara sebisa mungkin"
>
> bagaimana kalau anda jadi gurunya mas?
>
>
> thks
>
>
> ASROFI
>
> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
> Selatan
> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>
> Mobile  : +6281 311 661 479
> Yahoo : asrofism
> G-Talk : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
> Email : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id>
> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com>
>
>
> 2009/6/13 ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk<[email protected]>
> >
>
>>
>>
>> Klo hemat saya, waktu yang dihabiskan seorang siswa di lingkungan keluarga
>> itu lebih banyak dari pada di lingkungan sekolah. Mungkin di sekolah hanya
>> 7-8 Jam, tapi selebihnya adalah lingkungan keluarga. Jadi saya rasa pengaruh
>> keluarga itu sangat besar membentuk karakter seorang anak, lebih dari
>> pengaruh guru di sekolah.
>>
>> Salam,
>>
>>
>> Ery Wijaya
>> http://erywijaya. wordpress. com/ <http://erywijaya.wordpress.com/>
>>
>>  <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
>>  <http://kamase.org>
>>
>> ------------------------------
>> *From:* ASROFI <m...@asrofi. web.id <[email protected]>>
>> *To:* kendal-online@ yahoogroups. com <[email protected]>
>> *Sent:* Saturday, 13 June, 2009 19:33:16
>> *Subject:* Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan
>> Kesopanan
>>
>>  Setuju Pak Pur,
>>
>> Saya juga salah itu, itu memang tidak wajar, tadi pun pas mau menulis rada
>> ragu, ternyata bener kata2 wajar itu harus kita buang jauh2 dimanapun tidak
>> peduli di jalanan ataupun di TV. mari kita2 sama2 menyadarinya, kita harus
>> mengambalikan budaya pisitif kita untuk saudara, adik, anak dan sepupu2
>> kita.
>>
>> Guru di sekolah punya peranan strategis, bisa melarang anak2 bertato
>> ataupun bertindik ria... Pak Pur, nitip ya.
>>
>> Sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab buat kita semua:
>>
>>    1. Apakah anak laki2 / perempuan kita bertato?
>>    2. Apakah anak laki2 kita memakai tindik?
>>    3. Apakah anak perempuan kita memakai cenalan yang sangat pendek di
>>    jalanan?
>>    4. Apakah kita terus belajar cara mendidik anak? atau hanya
>>    mempercayakan ke sekolah?
>>
>> Salam superrr!
>>
>> ASROFI
>>
>> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
>> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
>> Selatan
>> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>>
>> Mobile  : +6281 311 661 479
>> Yahoo : asrofism
>> G-Talk : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>> Email : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id>
>> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com>
>>
>>
>> 2009/6/13 PakPur <pak...@gmail. com <[email protected]>>
>>
>>>
>>>
>>> Mas Asrofi Ysh,
>>> Ijinkan sedikit "mengkritisi" apa  yg diungkapkan oleh Mas Asrofi.
>>> Mas Asrofi menyebut kata "wajar" pada kasus tersebut. Inilah yg akan saya
>>> kritisi. Mohon maaf sebelumnya.
>>> "Kewajaran" yang terjadi dalam masyarakat kita sebenarnya adalah sebuah
>>> akulturasi budaya yang secara otomatis diserap oleh masyarakat tersebut.
>>> Bentuk2 atau eksperesi budaya ini bisa "masuk" lantaran masyarakat juga
>>> memberi peluang untuk itu. Media adalah salah satu alat belajar budaya yang
>>> paling efektif dan efisien. Cepat, murah, reliabel, dan menyebar sangat
>>> jauh.
>>> Fenomena tindik hanyalah salah satunya. Bagaimana dengan *tank top*, rok
>>> mini, yg kita lihat di sinetron2. Wajarkah ? Coba tengok di Jakarta, adakah
>>> ?
>>> Tanggung jawab budi pekerti bangsa, ijinkan saya menyebut demikian,
>>> sungguh, bukan hanya tanggung jawab guru semata. Saya berasumsi bahwa si
>>> anak yang tindikan tadi punya orang tua, nah ... bagaimana sikap orang
>>> tuanya ? saudara2nya ? lingkungannya ? Ekspresi "keakuan" inilah yg
>>> semestinya kita semua saling "mengingatkan", namun masyarakat kita
>>> sepertinya sudah "terlanjur sakit". Mengingatkan seseorang di jaman seperti
>>> sekarang ini , sangat mungkin bisa berakibat fatal.
>>> Yang kedua, "hukum" HAM yg sering dipakai oleh anak2 sekolah jaman
>>> sekarang, diakui atau tidak, cukup menakutkan bagi guru. Siapa yang sudi
>>> berurusan dengan polisi gara2 mengingatkan "kesopanan" seorang anak, dan
>>> ternyata si anak tdk terima ?
>>> Ini sebenarnya masalah kita bersama. Sama seperti bunyi knalpot yang
>>> sangat mengganggu yang "katanya" untuk merayakan kelulusan. Bagian mana dari
>>> opera kelulusan seperti itu yang diridhoi oleh masyarakat ?
>>> Monggo mari kita renungkan bersama. Jika kita berpikir kita bisa berperan
>>> ... di bagian mana di bangsa ini saya bisa berperan ?
>>>
>>> Salam
>>> PakPur
>>>
>>> Pada 13 Juni 2009 13:37, ASROFI <m...@asrofi. web.id<[email protected]>
>>> > menulis:
>>>
>>>
>>>>
>>>> Katur teman2 Kendal Online,
>>>>
>>>> Beberapa minggu lalu saya menemui anak SLTA Sukorejo yang memakai tindik
>>>> di dagu. Hal semacam itu di jalan2 wajar, tapi rasanya kalo masih pakai
>>>> sragam sekolah kok ya aneh..
>>>> Pertanyaan saya buat temen2 di sini yang kebetulan jadi guru: Apakah
>>>> kita akan membiarkan anak didik kita yang cowo memakai tindik di kelas?
>>>>
>>>> Terimakasih,
>>>>
>>>> ASROFI
>>>>
>>>> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
>>>> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
>>>> Selatan
>>>> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>>>>
>>>> Mobile  : +6281 311 661 479
>>>> Yahoo : asrofism
>>>> G-Talk : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>>>> Email : m...@asrofi. web.id <[email protected]>
>>>> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id>
>>>> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com>
>>>>
>>>
>>>
>>
>>
>
>  
>

Kirim email ke