Ikutan......... semua kita punya kewajiban, bukan hanya guru... namun secara urut2an kewajiban, pastinya yg pertama, kedua dan seterusnya...., karena pembahasan disini topiknya guru, sangatlah jelas, kebetulan guru adalah sebagai orang tua sekalipun di luar sekolah. ketika saya dulu sebagai posisi guru sering mengingatkan beberapa hal kepada anak murid sekalipun di luar sekolah, tapi setelah profesi bukan guru memang lain lagi,... Guru memang punya hak karena memang sebagai orangtua kedua setelah orang tua kandung. Bahkan secara otomatis bisa diartikan orangtua kandung sebenarnya mempercayakan kepada guru untuk mendidik anaknya dalam materi2 pelajaran termasuk ahlak. Begitulah profesi guru memang punya tanggungjawab besar harusnya bisa di guGU dan ditiRU, memang berat sebagai guru, dimanapun dan kapanpun selalu dituntut untuk bisa dicontoh, diguGU dan ditiRU. Begitu pula sebagai seorang anak akan merasa rikuh dan pekiwuh dengan orangtua yang namanya guru..... Jelaslah beda antara guru dengan bukan guru, guru yang bisa diguGU dan bisa ditiRU akan lebih bisa disegani dan diterima anak baik dari perbuatan maupun nasehatnya. Selamat berjuang semua.........
--- Pada Ming, 14/6/09, Budi Yuwono <[email protected]> menulis: Dari: Budi Yuwono <[email protected]> Topik: Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 14 Juni, 2009, 8:50 AM Semuanya karena tidak adanya kejelasan siapa dan aturan yang memberikan sangsi yang tegas, akhirnya harus saling menyalahkan dan saling menunggu ini siapa ya...,yang seharusnya punya kewenangan menegor dan memberi sangsi, kebiasaan yang tidak jelas dan kurangnya kepedulian pihak-pihak yang berwenang lama-lama menumbuhkan kebiasaan yang aneh-aneh di masyarakat sehingga menjadi suatu tren baru yang bisa diikutin bahkan menjadi kebanggaan dari suatu kaum yang lagi mencari jati dirinya karena tidak adanya kontrol di masyarakat umumnya, semua pastinya hanya saling tuding menuding; kenapa.., kenapa..., kok tidak ada yang menegor dan melarang kalau hal-hal tersebut kurang baik dalam kehidupan bermasyarakat, trus siapa..., siapa..., yang harusnya mengingatkan bahkan menghentikan tren-tren baru yang kurang baik ini, jadinya siapa yang seharusnya dapat memberi sangsi? semua tidak jelas dan kurang tegas. Orang yang paling dekatpun saat ini juga beranggapan kalau hal ini juga tidak baik, tapi apa daya tangan tak sampai, itulah yang terjadi di masyarakat saat ini, semua akhirnya diam seribu bahasa, hanya segelintir masyarakat yang hanya bisa ngelus dada melihat perubahan-perubahan ini, tanpa bisa berbuat apa-apa. Akankah fenomena ini akan terus terjadi sehingga tatanan kaidah agama, sopan santun, budi pekerti sudah tidak mampu membendungnya? jawabnya seharusnya tidak..., asalkan aturan dan ketegasan serta sangsi jelas di tegakkan dalam masyarakat kita, janganlah semua aturan dibuat abu-abu sehingga semuanya menjadi tidak jelas dan membingungkan. salam By From: PakPur <pak...@gmail. com> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: Saturday, June 13, 2009 11:09:57 PM Subject: Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan Wah, diskusinya makin menarik yah ... Apa yg disampaikan Mas Ery, setidaknya menurut saya, sudah tepat. Seorang guru yang "masih" peduli pasti akan melakukan hal tersebut. Saya juga setuju dengan ungkapan Mas Ery tentang peran serta masyarakat. Sungguh tidak mudah melakukan hal tersebut :) Perjuangan "mental" para guru jauh lebih "berat". Setidaknya ini terbukti dari pertanyaan Mas Asrofi yang menjadi topik utama di sini. Kadang masyarakat sedikit "melupakan diri" pada peran ini. Kepedulian yang berbuah "pahit" kemungkinan besar akan dihindari. Inilah yang kemudian membuat proses "pembudayaan perilaku" yang (sayangnya) negatif ini menjadi semakin "mudah" berkembang dan semakin "sulit" dikontrol. Sebagai guru, batin saya makin sering menangis, sedih karena saya menyadari kadang saya tidak mampu berbuat apa-apa, atau "perbuatan" saya sepertinya seperti menggarami lautan. Hal yang membesarkan hati saya adalah sekurang2nya saya tidak pernah me-ridhoi hal tersebut. Salam "peduli" PakPur Pada 13 Juni 2009 22:29, ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> menulis: Kalau saya (dan tentu saya yakin semua guru) pasti akan melarangnya mas Asrofi. Kadang pas dilarang ya si murid pasti melepasnya, tapi kemudian kan menjadi sangat mungkin kalau di luar sekolah dia memakainya lagi. Kemudian hal ini menjadi kontrol masyarakat dan keluarga yang lebih mempunyai banyak kesempatan dibanding dengan seorang guru yang mungkin ketemunya hanya beberapa jam saja sehari. Mas Asrofi saya kira juga berhak negur anak itu (meski bukan Gurunya) dan meski resikonya mungkin dia gak ngenet lagi di warnetnya mas Asrofi, tapi setidaknya mas Asrofi ikut dalam peran serta menjadi masyarakat yang memberikan kontrol yang baik. Kalau Guru melarang muridnya tindikan itu hal yang lumrah karena berada dalam lingkungan pendidikan, nah kalau kita sebagai anggota masyarakat ikut serta saya kira itu kepedulian yang luar biasa di era tumbuhnya trend masyarakat yang cuek satu sama lain. Mohon maaf kalau ada kata2 yang salah Salam, Ery Wijaya http://erywijaya. wordpress. com/ From: ASROFI <m...@asrofi. web.id> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: Saturday, 13 June, 2009 22:19:08 Subject: Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan betul mas tapi yg aku maksud bukan soal pendidikan secara umum tetapi "seorang anak sekolah berseragam pakai tindik di DAGU nya main di warnet saya di Sukorejo, kalau saya gurunya saya akan melaranynya secara lgsg dengan cara sebisa mungkin" bagaimana kalau anda jadi gurunya mas? thks ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : m...@asrofi. web.id Email : m...@asrofi. web.id Blog : www.asrofi.web. id Office : www.sentraproperty. com 2009/6/13 ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> Klo hemat saya, waktu yang dihabiskan seorang siswa di lingkungan keluarga itu lebih banyak dari pada di lingkungan sekolah. Mungkin di sekolah hanya 7-8 Jam, tapi selebihnya adalah lingkungan keluarga. Jadi saya rasa pengaruh keluarga itu sangat besar membentuk karakter seorang anak, lebih dari pengaruh guru di sekolah. Salam, Ery Wijaya http://erywijaya. wordpress. com/ From: ASROFI <m...@asrofi. web.id> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: Saturday, 13 June, 2009 19:33:16 Subject: Re: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan Setuju Pak Pur, Saya juga salah itu, itu memang tidak wajar, tadi pun pas mau menulis rada ragu, ternyata bener kata2 wajar itu harus kita buang jauh2 dimanapun tidak peduli di jalanan ataupun di TV. mari kita2 sama2 menyadarinya, kita harus mengambalikan budaya pisitif kita untuk saudara, adik, anak dan sepupu2 kita. Guru di sekolah punya peranan strategis, bisa melarang anak2 bertato ataupun bertindik ria... Pak Pur, nitip ya. Sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab buat kita semua: Apakah anak laki2 / perempuan kita bertato? Apakah anak laki2 kita memakai tindik? Apakah anak perempuan kita memakai cenalan yang sangat pendek di jalanan? Apakah kita terus belajar cara mendidik anak? atau hanya mempercayakan ke sekolah? Salam superrr! ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : m...@asrofi. web.id Email : m...@asrofi. web.id Blog : www.asrofi.web. id Office : www.sentraproperty. com 2009/6/13 PakPur <pak...@gmail. com> Mas Asrofi Ysh, Ijinkan sedikit "mengkritisi" apa yg diungkapkan oleh Mas Asrofi. Mas Asrofi menyebut kata "wajar" pada kasus tersebut. Inilah yg akan saya kritisi. Mohon maaf sebelumnya. "Kewajaran" yang terjadi dalam masyarakat kita sebenarnya adalah sebuah akulturasi budaya yang secara otomatis diserap oleh masyarakat tersebut. Bentuk2 atau eksperesi budaya ini bisa "masuk" lantaran masyarakat juga memberi peluang untuk itu. Media adalah salah satu alat belajar budaya yang paling efektif dan efisien. Cepat, murah, reliabel, dan menyebar sangat jauh. Fenomena tindik hanyalah salah satunya. Bagaimana dengan tank top, rok mini, yg kita lihat di sinetron2. Wajarkah ? Coba tengok di Jakarta, adakah ? Tanggung jawab budi pekerti bangsa, ijinkan saya menyebut demikian, sungguh, bukan hanya tanggung jawab guru semata. Saya berasumsi bahwa si anak yang tindikan tadi punya orang tua, nah ... bagaimana sikap orang tuanya ? saudara2nya ? lingkungannya ? Ekspresi "keakuan" inilah yg semestinya kita semua saling "mengingatkan" , namun masyarakat kita sepertinya sudah "terlanjur sakit". Mengingatkan seseorang di jaman seperti sekarang ini , sangat mungkin bisa berakibat fatal. Yang kedua, "hukum" HAM yg sering dipakai oleh anak2 sekolah jaman sekarang, diakui atau tidak, cukup menakutkan bagi guru. Siapa yang sudi berurusan dengan polisi gara2 mengingatkan "kesopanan" seorang anak, dan ternyata si anak tdk terima ? Ini sebenarnya masalah kita bersama. Sama seperti bunyi knalpot yang sangat mengganggu yang "katanya" untuk merayakan kelulusan. Bagian mana dari opera kelulusan seperti itu yang diridhoi oleh masyarakat ? Monggo mari kita renungkan bersama. Jika kita berpikir kita bisa berperan ... di bagian mana di bangsa ini saya bisa berperan ? Salam PakPur Pada 13 Juni 2009 13:37, ASROFI <m...@asrofi. web.id> menulis: Katur teman2 Kendal Online, Beberapa minggu lalu saya menemui anak SLTA Sukorejo yang memakai tindik di dagu. Hal semacam itu di jalan2 wajar, tapi rasanya kalo masih pakai sragam sekolah kok ya aneh.. Pertanyaan saya buat temen2 di sini yang kebetulan jadi guru: Apakah kita akan membiarkan anak didik kita yang cowo memakai tindik di kelas? Terimakasih, ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : m...@asrofi. web.id Email : m...@asrofi. web.id Blog : www.asrofi.web. id Office : www.sentraproperty. com Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com

