Maap gan ikut nimbrung, setuju ma mas ASROFI
Klo d pikir2 prinsip MLM kaya franchise cuman d bikin bertingkat, kebanyakan 
kita salah kaprah ad yg cuman jual membershipny doank bukan fokus ke marketingy 
(alias g bisa muterin duitny), jadiny money game CMIIW


--- Pada Jum, 19/6/09, Setyo Wibowo <[email protected]> menulis:

Dari: Setyo Wibowo <[email protected]>
Topik: RE: [kendal-online] Menggapai mimpi dalam dunia MLM
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 19 Juni, 2009, 6:17 AM











    
            
            


      
      


Yang jadi masalah, pada umumnya konsumen tdk tau struktur 
biayanya seperti apa. Demikian juga, orang yg di dalam jaringan itu, tidak 
tau.
Seandainya ada MLM yg terbuka struktur biayanya, mungkin 
akan lebih mudah untuk membedakan mana yg bener jualan, mana yg money 
game.
 
Kalau saya pribadi, akhirnya, hanya berpatokan 
begini:
1. apakah harganya cukup wajar, dibandingkan dengan barang 
sejenis di pasaran. 
2. karena biasanya harga jauh lebih mahal dibandingkan dg 
barang sejenis, berikutnya, apakah manfaat/khasiatnya 'cucuk' dg selisih lebih 
harganya.
3. apakah penghargaan (bonus, poin, dsb) menjual produk 
lebih tinggi secara signifikan daripada mengembangkan jaringan. (dlm kasus 
ekstrem, ada MLM yg berprinsip: tidak jual produk tdk apa2, yg penting jaringan 
nambah).
 
Kalau jawabannya tidak, feeling saya, yg seperti itu 
lebih dekat ke money game.
 
Wassalam,
Bw



From: kendal-online@ yahoogroups. com 
[mailto:kendal- onl...@yahoogrou ps.com] On Behalf Of 
ASROFI
Sent: Friday, June 19, 2009 5:22 PM
To: 
kendal-online@ yahoogroups. com
Subject: Re: [kendal-online] Menggapai 
mimpi dalam dunia MLM




O0o, begitu Pak Kun, wah kalau ada yang begitu tinggalin aja 
jauh2...

Menurut ilmu yang saya pelajari MLM yang benar tidak seperti 
itu, MLM yang benar tidak ngambil keuntungan dalam recruitement. Perlu 
dicermati 
juga sekarang banyak sekali usaha-usaha money games, arisan bersama dll.. ini 
bukanlah MLM.

Begini gambaran MLM sederhana :

SAYA = Pengusaha 
(menggunakan metode pemasaran dengan MLM)
CUSTOMER-A = pelaku MLM (level 1 
misalnya)
CUSTOMER-B = pelaku MLM (level 2 sebuT saja)


  Saya punya produk, let's say mereknya "kacang cap kuda" saya jual dengan 
  harga Rp.10.000 / kantong. 

  Biaya produksi saya Rp.5.000, Biaya Marketing Rp.3.000, Jadi saya akan 
  ambil keuntungan Rp.2.000 saja per kantong
  Rp.3.000 yang saya sebut "biaya marketing" itu akan saya gunakan untuk 
  "marketing campaign" dengan metode MLM 
  CUSTOMER-A merupakan "buyer pertama" saya, saya bilang ke dia, hai 
  CUSTOMER-A kalo kamu mau ngajak sepupu kamu beli kacang cap kuda ini kamu 
akan 
  saya bayar Rp.2.000, kalau CUSTOMER-B ngajak "SI-X" maka kamu akan saya bayar 
  Rp.1.000 dari penjualan dia 
  CUSTOMER-B juga mendapat Rp.2.000 per penjualannya. 

  Begitu dan seterusnya.. . susah sekali perhitungannya. Di sini juga 
  ada biaya pendaftaran dll. Nah MLM yang ga bener atau money games justru main 
  di sininya, di recruitmentnya.
Nah seperti itulah MLM.

By 
the way, saya bukan pelaku MLM loh, tapi saya senang belajar banyak hal, 
misalnya teknikal komputer ataupun marketing sayangnya saya kurang banyak 
belajar sastra jadi mohon maaf kalau bahasa saya susah dicerna.

Mungkin 
Pak Kun nanti yang bisa lebih mempermudah penjelasan saya di atas.

Oh ya 
Pak Kun, itu blognya aktif banget ya?..... pingin saya. hihihi.

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal 
Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu 
Jakarta Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung 
Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : 
m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id
Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



2009/6/19 muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>


  
  
  
  


  
  
    
    
      
        mungkin saya perlu buat analog sederhana..
        saya kulakan/ beli kaos dari pembuatnya 10rb.
        lalu saya jual ke mas asrofi 30rb. jadi saya untung 
20rb.
        ----- sampai langkah ini, etiskah saya mengambil untung sebanyak 
        200%?------
        suara hati mas asrofi mengatakan "wah gak adil, kok aku rugi banyak 
        akibat itu.."
        lalu aku jawab "jika mas asrofi ingin untung, suruh orang lain beli 
        kaos itu 50rb, nanti akan dapat untung 20rb juga lho..."
        ---- begitu seterusnya
        itu hanya gambaran yang gak pas banget,
        tapi bagi level 1 yang paling bawah, kalo ingin berubah nasibnya 
        karena tanpa sadar rugi besar akibat gabung, ya harus mencari level 
        bawahannya.
         
        aku masih awam dengan hukum dagang
        sejauh mana (%) mengambil untung
        apakah kayak undian, mimpi dapat untung setinggi langit dengan 
        pengorbanan sekecil2nya. .
         
        mungkin yang lain dapat memberikan wejangan
         
        kun 

--- On Fri, 6/19/09, ASROFI <m...@asrofi. web.id> wrote:

        
From: 
          ASROFI <m...@asrofi. web.id>
          
Subject: Re: [kendal-online] Menggapai mimpi dalam 
          dunia MLM

          To: kendal-online@ yahoogroups. com
Date: 
          Friday, June 19, 2009, 1:10 PM
          
          
          


          
          
          Menurut hemat saya ga ada yang salah pada MLM, MLM hanya 
          merupakan sebuah metode marketing saja, cuman bedanya ini melibatkan 
          konsumen, MLM seolah2 menyulap konsumen menjadi marketing. 
          

Masalah yang sering muncul adalah karena konsumen ini dari 
          berbagai macam latar belakang dan belajar marketing mendadak maka 
          sering kaget. Banyak diantara mereka yang berlebih2an dalam 
          menyampaikan sesuatunya, bahkan ada yang sampai berkata bumbastis 
          layaknya  tukang sulap, saya rasa ini wajar saja, itu hanya 
          kekurang-tahuan mereka saja. Hampir setiap perusahaan MLM sebenarnya 
          sudah membuat pakem2 positipnya, tapi sayangnya terkadang tidak 
sampai 
          dengan jelas di level bawah.

Marketing memang berat, kalo kita 
          baik kita dapet surga akhirat yaitu mereka yang menyampaikan 
produknya 
          dengan benar, tidak melebih2kan, tapi terkadang marketing menjebak 
          kita seperti para pemain MLM yang berkata bumbastis, penjual obat 
yang 
          memastikan kesembuhan. Saya rasa perusahaan2 besar semacam XL juga 
          sering terjebak dosa dalam menyampaikan informasi ke 
          pelanggan.

MLM itu sendiri bukan hanya di Indonesia, MLM besar 
          di Amerika, begitu juga di Malaysia. Robert T. Kiyosaki Orang Kanada 
          Penulis buku Best Seller "Rich Dad Poor Dad" yang dikenal pakar 
          keuangan itu pun sempat menulis buku tentang MLM dengan judul 
          "Business School".

Karena Robert T. Kiyosaki pernah menulis 
          buku tentang MLM itu maka dia menjadi sangat dikenal di kalangan 
orang 
          MLM.

Kalau kita punya produk dan siap menjualnya dengan pola 
          MLM saya rasa juga tidak masalah, MLM walau ribet di sistem 
pembayaran 
          komisi para marketer(dalam hal ini konsmen yang disulap jadi 
marketer) 
          tapi efisien dalam pengeluaran biaya iklan.

Marketing... ... 
          ujung tombak sebuah bisnis.... awas... jangan bermarketing dengan 
cara 
          berbohong! 


ASROFI

Address 1 : Jl. RA 
          Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. 
          Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta 
          Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung 
          Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : 
          asrofism
G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id
Blog : www.asrofi.web. id
Office : www..sentraproperty . com



          2009/6/19 ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. 
          uk>

          
            
            
            
            


            
            MLM 
            hampir ada di mana-mana Pak Pur, sebagai contoh Amway, ada di US, 
            ada di Jepang, di Thailand, ada di mana-mana hehehe..cuman di 
            Indonesia masih kalah sama Tianshi kayaknya. Tapi yang jelas "kitab 
            sucinya" masih sama mesti beda-beda perusahaan, yaitu buku-buku 
            karangan Robert T. Kiyosaki.

             Salam, 


Ery 
            Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/



            

            

            
            
            From: PakPur <pak...@gmail. com>
To: kendal-online@ yahoogroups. 
            com
Sent: 
            Friday, 19 June, 2009 10:05:17
Subject: Re: [kendal-online] 
            Menggapai mimpi dalam dunia MLM

            
            
            

            
            Mas Kun yang bijak & milisser KOL Ysh ..
Mhn maaf, 
            numpang berpendapat ... mhn dikoreksi jika ada kesalahan
Ada satu 
            pertanyaan menggelitik di benak saya, yakni : apakah produk MLM ini 
            juga ada di luar negeri. Saya mencontohkan, Jepang misalnya, di 
mana 
            saya berasumsi bhw di Jepang yg katanya orang2nya giat belajar dan 
            bekerja, tentunya lebih percaya pada hasil karya/kerja, daripada .. 
            maaf ... ber-MLM. Atau mungkin Korea ?
Kenapa saya tergelitik 
            demikian ? Saya liat dan amati di Indonesia ini .. tak cuma MLM, 
            namun semua iklan dan bujuk rayu yang sifatnya "mimpi" plus "ogah 
            kerja tapi dapet duit" .. laris luar biasa ...Saya pikir MLM ini 
            hanya salah satu bentuk dari cara cepat kaya dgn (mungkin) segala 
            cara atau cara2 tertentu. Sepertinya ini sangat terkait dgn "mental 
            dedikasi/etos kerja"  ... yg spertinya cukup tipis di 
            Indonesia.
Saya mengamati, tidak banyak sih .. hanya beberapa ... 
            para pelaku MLM kelas "atas" sepertinya dihuni oleh orang-orang 
yang 
            sama. Hampir di semua produk. Saya jadi heran sekaligus khawatir, 
            karena ada kemungkinan para "level terbawah" hanyalah difungsikan 
            sebagai mass object.
Jika kita mau sedikit 
            googling, kita akan mendapatkan banyak testimoni yg mirip2 
            penipuan. Sepertinya ini juga terkait dgn mental masyarakat kita yg 
            umumnya masih mendewakan materi. Sehingga tolok ukur pekerjaan - 
            proses ... melulu diukur dari uang dan/atau materi yang didapatkan. 
            Kita sepertinya lupa bahwa rejeki itu tak semata-mata uang .. namun 
            juga ada kesehatan, kepuasan, penghargaan akan eksistensi diri, 
            kejujuran, dan seterusnya yang semuanya adalah kebaikan, rahmat 
            dari-Nya.
Mohon maaf jika kurang 
            berkenan.

Salam
PakPur





            Pada 19 Juni 2009 09:37, muhamad kundarto 
            <mask...@yahoo. com> 
            menulis:

            
              
              
              
              


              
              
                
                
                  
                    "Siapa sich orang yang tidak ingin kaya?", begitu 
                    sebuah pertanyaan yang sering meluncur dari mulut marketing 
                    MLM (multilevelmarketin g).
                    kemudian kita dibawa pada logika potensi diri dan kisah 
                    sukses, yang biasanya merujuk pada buku best seller. 
                    Wow..... mak nyuss terdengar di telinga, sampai kadang 
                    angan-angan dan mimpi kita melampung ke langit 
ketujuh.
                    Presentasi, yang biasanya face to face (empat mata) 
                    ini, biasanya ditutup dengan sebuah pertanyaan komitmen 
                    untuk masuk menjadi anggota dan hampir pasti diminta 
                    membayar uang sekian puluh ribu sampai jutaan. Tergantung. 
                    Tergantung jumlah mimpi yang dijanjikan. 
                     
                    Jumlah uang yang dibayarkan tergantung konteksnya. 
                    Mungkin ada yang namanya beaya pendaftaran. Mungkin juga 
                    dengan membeli produk tertentu. Namun yang jelas harga 
                    pembelian jauh melambung dibandingkan harga sewajarnya dari 
                    barang tersebut. Andai harga barang seribu, mungkin harus 
                    bayar tiga ribu. Selisih dua ribu itu sebenarnya untuk 
                    dibagi secara proporsional pada beberapa level di 
                    atasnya.
                     
                    Bagi calon anggota baru, biasanya yang terbayang adalah 
                    bonus super besar apabila dia sudah menduduki level 
tertentu 
                    dengan mengikuti pohon vektor. Misalnya level 2 apabila 
                    punya anak buah 3 orang level 1. Level 3 punya 3 orang 
level 
                    2. Dan seterusnya.. ...
                     
                    Kalau kita coba hitung sesuai logika di atas, maka 
                    level 5 hakekatnya sudah merekrut 111 orang. Andai iuran 
per 
                    orang adalah 100 ribu, maka uang yang terkumpul sebagai 
                    akibat level 5 ini adalah 11.100.000 rupiah. Akibat 
                    "pretasi" ini, level 5 akan mendapat bonus uang yang tentu 
                    nilainya di bawah 11,1 juta tersebut. Karena bonus juga 
akan 
                    terdistribusi pada level 4, 3, dan 2.
                     
                    Setiap ada presentasi kolektif (baca: di hadapan banyak 
                    orang), biasanya akan diekploitasi segelintir orang yang 
                    sukses dengan bonus, penghasilan bulanan atau mobil 
                    mewahnya. Namun jelas tidak akan diomongnya berapa banyak 
                    orang-orang yang berada di level paling bawah. Katakanlah 
                    level 5 tadi, yang di bawahnya ada 111 orang, atau minimal 
                    ada 81 orang level 1 yang jelas-jelas menanggung kerugian, 
                    kecuali bonus "mimpi" (baca: kalau nanti level 5, akan 
dapat 
                    bonus sekian juta. kalau.....)
                     
                    Haruskah keberuntungan segelintir orang harus 
                    mengorbankan kerugian banyak orang?
                    Katanya, sistem dagang yang benar itu harus 
                    menguntungkan kedua belah pihak. Satu pihak dapat barang 
                    bagus, satu pihak dapat uang bagus (baca: untung).
                     
                    Fenomena lain,
                    Banyak orang juga lupa akan 'sejarah' atau 'jalan' yang 
                    mengantarkan dia ke jenjang kesuksesan. Ada yang melupakan 
                    orangtua yang mendidiknya saat tidak bisa apa-apa menjadi 
                    orang sekolahan yang cerdas dan mampu menatap dunia dengan 
                    optimis.
                    Ada juga banyak orang di berbagai waktu yang memotivasi 
                    dan membantu jalan kesuksesan. Tapi semua banyak di 
                    lupakan..... .
                    Fenomena ini yang rupanya 'ditangkap' oleh dunia MLM, 
                    dimana jerih payah membangun networking akan dihargai 
dengan 
                    bonus/uang.
                     
                    Andai anda adalah pembuat produk (produsen), lalu saya 
                    bantu memasarkan (marketing) ke konsumen A, harusnya selama 
                    A masih membeli produk anda, aku selalu dapat bonus, karena 
                    jalan penjualan ke A lewat jasaku.
                    Yang biasanya terjadi, hanya 'salam tempel' sekali, 
                    setelah itu si marketing dilupakan oleh produsen.... 
                    .....
                    Yang parah juga banyak, si marketing gak dapat 
                    apa-apa.....
                     
                    Itulah sedikit cerita dunia yang kadang tidak tegas 
                    antara mana yang hitam dan mana yang putih....
                     
                    Ki Asmoro Jiwo
                     

              


            


  



 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke