Petani Subang Khawatirkan Masuknya Beras Impor

   -
   -

 Senin, 19/09/2011 - 16:00

SUBANG, (PRLM).- Mengalirnya beras impot ke gudang milik Perum Bulog
ternyata mulai membuat ketar-ketir para petani di Wilayah Pantura Subang.
Mereka mengaku khawatir, masuknya beras impor tersebut akan berpengaruh
terhadap harga gabah.

"Jika Perum Bulog benar-benar memasukan beras impor, kami harap jumlahnya
tidak terlu besar. Sebab, kalau terlalu banyak harga gabah lokal pasti bakal
anjlok," ujar, Sukardi, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pusaka Tani,
Jayamukti, Blanakan.

Menurut dia, Pemeritah harus mengatur pemasukan beras impor dengan bijak,
sehingga tidak merugikan para petani. "Saat ini, para Petani di Pantura
sedang bergairah karena harga penjualan gabah cukup tinggi. Mereka menyambut
baik kenikan harga tersebut karena sebelumnya didera gagal panen akibat hama
dan kekeringan," kata dia.

Kegembiraan petani tersebut, lanjut Sukardi, hendaknya jangan dirusak oleh
pemerintah yang memasukan beras import pada musim panen."Areal sawah di
Pantura yang telah dipanen baru sekira 40%. Artinya, areal yang belum panen
masih sangat luas, dan harga gabah yang belum dipenen itu dipastikan bakal
terpengaruh oleh masuknya beras import," kata Sukardi.

Hal serupa dikatakan petani lainnya, Komarudin. Menurut dia, pemerintah
seharusnya tidak memasukan beras import ke sentra produksi padi. Sebab,
dampaknya bakal dirasakan langsung oleh para petani.

"Kami harap pemerintah membiarkan para petani sedikit tersenyum menikmati
harga gabah saat ini. Toh, harga beras masih bisa dijangkau oleh
masyarakat," kata Komar. (A-106/A-147)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/159009

Kirim email ke