Asa cikeneh minggu kamari aya warta rehna PemKot Bandung melian tanah ±100 hektar ker katahanan pangan, tapi ningali kana warta ieu naha jadi sabalikna……jadi sok sieun goreng sangka yeuh kuring……tanah dibelian keur bisnis properti………pikeun katahanan pangan mah keun weh impor deui wae… Kumaha rek ngarapihkeun kamiskinan urang the mun pamarentah merhatikeun kauntungan ku expor tiluar kitu……geura…..ckckcckck
Baktos. Sulkan, M From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ki Hasan Sent: Tuesday, September 20, 2011 5:58 AM To: Ki Sunda Cc: Baraya Sunda; Urang Sunda Subject: [kisunda] Re: Tatanen - Tukang Tani Ngimpor Hasil Tani? Petani Subang Khawatirkan Masuknya Beras Impor * * Senin, 19/09/2011 - 16:00 SUBANG, (PRLM).- Mengalirnya beras impot ke gudang milik Perum Bulog ternyata mulai membuat ketar-ketir para petani di Wilayah Pantura Subang. Mereka mengaku khawatir, masuknya beras impor tersebut akan berpengaruh terhadap harga gabah. "Jika Perum Bulog benar-benar memasukan beras impor, kami harap jumlahnya tidak terlu besar. Sebab, kalau terlalu banyak harga gabah lokal pasti bakal anjlok," ujar, Sukardi, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pusaka Tani, Jayamukti, Blanakan. Menurut dia, Pemeritah harus mengatur pemasukan beras impor dengan bijak, sehingga tidak merugikan para petani. "Saat ini, para Petani di Pantura sedang bergairah karena harga penjualan gabah cukup tinggi. Mereka menyambut baik kenikan harga tersebut karena sebelumnya didera gagal panen akibat hama dan kekeringan," kata dia. Kegembiraan petani tersebut, lanjut Sukardi, hendaknya jangan dirusak oleh pemerintah yang memasukan beras import pada musim panen."Areal sawah di Pantura yang telah dipanen baru sekira 40%. Artinya, areal yang belum panen masih sangat luas, dan harga gabah yang belum dipenen itu dipastikan bakal terpengaruh oleh masuknya beras import," kata Sukardi. Hal serupa dikatakan petani lainnya, Komarudin. Menurut dia, pemerintah seharusnya tidak memasukan beras import ke sentra produksi padi. Sebab, dampaknya bakal dirasakan langsung oleh para petani. "Kami harap pemerintah membiarkan para petani sedikit tersenyum menikmati harga gabah saat ini. Toh, harga beras masih bisa dijangkau oleh masyarakat," kata Komar. (A-106/A-147)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/159009
