Sabtu, 17 September 2011
Pemerintah akan Tetap Lakukan Impor Daging Sapi

Menurut Menteri Pertanian Suswono, impor daging sapi tidak dapat dihindari
karena untuk menjaga stok. Namun, pengamat peternakan menegaskan seharusnya
Indonesia tidak perlu impor daging sapi.

Iris Gera | Jakarta
Foto: Reuters
Sapi-sapi Australia yang siap untuk diekspor, di peternakan Noonamah,
selatan Darwin (foto: dok). Impor daging sapi, termasuk dari Australia, saat
ini meliputi sekitar 30 persen dari kebutuhan nasional.

Kebijakan impor berbagai kebutuhan pangan yang dilakukan pemerintah
Indonesia terus diprotes karena sudah sangat menyulitkan kehidupan para
petani dan peternak lokal termasuk impor daging sapi. Pengamat peternakan
menegaskan seharusnya Indonesia tidak perlu impor daging sapi.

Kepada VoA di Jakarta, Sabtu, Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian
Bogor atau IPB, Luki Abddullah berpendapat jumlah sapi di Indonesia sudah
mampu mencukupi kebutuhan daging sapi nasional. Ia menilai keputusan
pemerintah untuk tetap impor daging sapi tidak tepat dan sangat melukai hati
peternak lokal.

Luki Abdullah mengatakan, “Sebenarnya kita sudah punya base line yang cukup
bagus, jumlah sapi kita cukuplah, mungkin sekitar 3 juta induk sapi di kita
ada sebenarnya kalau kita mau mengembangkan sapi, dengan populasi yang sudah
ada seperti itu sebenarnya merupakan modal, walaupun memang dibandingkan
Australia kemampaun produktifitas kita masih relatif lebih rendah, tapi kan
setidaknya harus diapresiasi peternak kita.”

Ia menambahkan, selain kebijakan yang berpihak kepada pertenak lokal,
seharusnya pemerintah juga meningkatkan teknologi bidang pertenakan agar
produk daging sapi lokal mampu bersaing dengan impor.

“Teknologi-lah yang harus menyertai membantu di sana, tapi memang itu *takes
time*, butuh waktu, untungnya sama-sama karena *sustainability *itu akan
muncul kalau kita melakukan *share resource, share profit *sehingga
pemerintah pun mengaturnya lebih mudah tapi memang jangan dinodai dengan
perilaku-perlaku *trading *misalnya, itu pasti benar-benar merugikan
peternak di Indonesia ini.”

Sebelumnya Menteri Pertanian, Suswono menegaskan impor daging akan dilakukan
hingga akhir tahun bahkan akan tetap dilakukan untuk tahun-tahun mendatang.

Mentan Suswono menjelaskan, “Ini hanya kuota dan ini hasil dari rapat di
kementerian perekonomian, dalam kaitan dengan hasil kajian kemarin ini
adanya stok yang akan berakhir sampai September sehingga untuk tiga bulan
kedepan yaitu untuk Oktober, November, Desember diperlukan jaga-jaga
kalau-kalau nanti ada kekurangan pasokan.”

Pada bulan Juli 2011 lalu, pemerintah Australia kembali mengekspor sapi ke
Indonesia setelah sebelumnya dihentikan karena diduga terjadi penyiksaan
yang dilakukan beberapa rumah potong hewan di Indonesia terhadap hewan
sebelum dipotong. Dibukanya kembali ekspor tersebut disambut baik oleh
pemerintah Indonesia karena dikhawatirkan jika Australia berhenti mengirim
sapi ke Indonesia maka akan terjadi kelangkaan daging sapi.

Menurut catatan pemerintah saat ini impor daging sapi sekitar 30 persen dari
kebutuhan nasional. Kebutuhan daging sapi nasional rata-rata per tahun 2,5
juta ton. Pemerintah berjanji tahun depan akan mengimpor daging sapi sekitar
10 persen dari kebutuhan nasional dan akan terus dikurangi hingga Indonesia
mampu swasembada daging sapi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2014.


 Temukan artikel ini di:
http://www.voanews.com/indonesian/news/Pemerintah-akan-Tetap-Lakukan-Impor-Daging-Sapi-130014473.html

Kirim email ke