Wilujeng. Sae tah tos aya titik temu. Mugia diturutan ku umatna ti dua beulah pihakna. Amin.
manar 2011/12/7 ahsa <[email protected]> > ** > > > PADA Jumat, 20 Mei 2011 di Masjid Akbar Kebayoran Jakarta, Kang Jalal > dihadapan tokoh Islam dan umat Islam mendeklarasikan persatuan Sunni Syiah > yang digagas ormas IJABI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan nama > Majelis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN). Lahirnya majelis ukhuwah > ini, menurut Kang Jalal, dilatarbelakangi karena isu dua mazhab besar Islam > tidak menampakkan sesuatu yang positif. Kasus penyerangan terhadap > pesantren yang bermazhab Syiah di Bangil, Madura, Bondowoso, Pekalongan, > dan lainnya menjadi kekhawatiran retaknya persatuan umat Islam Indonesia. > Kang Jalal didampingi H.Daud Poliradja dari DMI membacakan naskah > deklarasi berikut: > > Bismillaahirrahmaanirrahiim > Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad > > Demi melaksanakan perintah Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu > bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu > kepada Allah supaya kamu mendapat kasih-sayangNya”, dan demi memenuhi > panggilan Rasulullah saw pada haji wada’: Janganlah kamu kafir kembali > dengan saling membunuh di antara sesama kamu. Jadilah semua hamba Allah itu > bersaudara,” kami ahli Kiblat yang sama, yang diikat dengan kalimat tauhid > la ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang berpegang teguh ada Al-Qur’an > dan Sunnah Nabawiah, dengan ini bertekad untuk : > > 1. Memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum > mukmin dalam kuburan sejarah. > 2. Menghidupkan hubungan di antara kami dalam suasana saling mengasihi, > saling melindungi, saling menopang dan saling membantu. > 3. Melaksanakan komunikasi dialogis di antara kami untuk saling memahami > dan bukan untuk saling menghakimi, untuk saling menyayangi dan bukan untuk > saling membenci. > 4. Menjalankan kerjasama di antara kaum muslim dan dengan umat beragama > lainnya untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. > 5. Menjadikan masjid-masjid sebagai pusat ukhuwah Islamiyah dan pusat > peradaban Islam. > > Untuk mewujudkan tekad dan iktikad itu, kami berhimpun dalam wadah Majelis > Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia, disingkat MUHSIN. Semoga Allah yang > Mahakasih menjaga kami dengan mataNya yang tidak pernah tidur, melindungi > kami dalam bentengNya yang tidak pernah hancur, mengasihi kami dengan > kekuasaanNya. Dialah satu-satunya harapan kami! > > Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1432 H / 20 Mei 2011 M. > > >
