hehehe... nya tapi da jigana mah lain umat nu grass root, tapi umat nu aktivis nu kedah nyileuk eta gagasan ukhuwah teh :-)
________________________________ Dari: oman abdurahman <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Kamis, 8 Desember 2011 10:20 Judul: Re: [kisunda] deklarasi persatuan islam Wilujeng. Sae tah tos aya titik temu. Mugia diturutan ku umatna ti dua beulah pihakna. Amin. manar 2011/12/7 ahsa <[email protected]> > >PADA Jumat, 20 Mei 2011 di Masjid Akbar Kebayoran Jakarta, Kang Jalal dihadapan tokoh Islam dan umat Islam mendeklarasikan persatuan Sunni Syiah yang digagas ormas IJABI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan nama Majelis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN). Lahirnya majelis ukhuwah ini, menurut Kang Jalal, dilatarbelakangi karena isu dua mazhab besar Islam tidak menampakkan sesuatu yang positif. Kasus penyerangan terhadap pesantren yang bermazhab Syiah di Bangil, Madura, Bondowoso, Pekalongan, dan lainnya menjadi kekhawatiran retaknya persatuan umat Islam Indonesia. >Kang Jalal didampingi H.Daud Poliradja dari DMI membacakan naskah deklarasi berikut: > > > >Bismillaahirrahmaanirrahiim >Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad > > >Demi melaksanakan perintah Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat kasih-sayangNya”, dan demi memenuhi panggilan Rasulullah saw pada haji wada’: Janganlah kamu kafir kembali dengan saling membunuh di antara sesama kamu. Jadilah semua hamba Allah itu bersaudara,” kami ahli Kiblat yang sama, yang diikat dengan kalimat tauhid la ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang berpegang teguh ada Al-Qur’an dan Sunnah Nabawiah, dengan ini bertekad untuk : > > >1. Memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin dalam kuburan sejarah. >2. Menghidupkan hubungan di antara kami dalam suasana saling mengasihi, saling melindungi, saling menopang dan saling membantu. >3. Melaksanakan komunikasi dialogis di antara kami untuk saling memahami dan bukan untuk saling menghakimi, untuk saling menyayangi dan bukan untuk saling membenci. >4. Menjalankan kerjasama di antara kaum muslim dan dengan umat beragama lainnya untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. >5. Menjadikan masjid-masjid sebagai pusat ukhuwah Islamiyah dan pusat peradaban Islam. > > > >Untuk mewujudkan tekad dan iktikad itu, kami berhimpun dalam wadah Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia, disingkat MUHSIN. Semoga Allah yang Mahakasih menjaga kami dengan mataNya yang tidak pernah tidur, melindungi kami dalam bentengNya yang tidak pernah hancur, mengasihi kami dengan kekuasaanNya. Dialah satu-satunya harapan kami! > > >Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1432 H / 20 Mei 2011 M.
