Atuh ondang oge ormas PERSATUAN UMMAT ISLAM, teu kaci akh.................
Dari: ahsa <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Kamis, 8 Desember 2011 11:36 Judul: Bls: [kisunda] deklarasi persatuan islam hehehe... nya tapi da jigana mah lain umat nu grass root, tapi umat nu aktivis nu kedah nyileuk eta gagasan ukhuwah teh :-) Dari: oman abdurahman <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Kamis, 8 Desember 2011 10:20 Judul: Re: [kisunda] deklarasi persatuan islam Wilujeng. Sae tah tos aya titik temu. Mugia diturutan ku umatna ti dua beulah pihakna. Amin. manar 2011/12/7 ahsa <[email protected]> >PADA Jumat, 20 Mei 2011 di Masjid Akbar Kebayoran Jakarta, Kang Jalal >dihadapan tokoh Islam dan umat Islam mendeklarasikan persatuan Sunni Syiah >yang digagas ormas IJABI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan nama Majelis >Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN). Lahirnya majelis ukhuwah ini, menurut >Kang Jalal, dilatarbelakangi karena isu dua mazhab besar Islam tidak >menampakkan sesuatu yang positif. Kasus penyerangan terhadap pesantren yang >bermazhab Syiah di Bangil, Madura, Bondowoso, Pekalongan, dan lainnya menjadi >kekhawatiran retaknya persatuan umat Islam Indonesia. >Kang Jalal didampingi H.Daud Poliradja dari DMI membacakan naskah deklarasi >berikut: > > > >Bismillaahirrahmaanirrahiim >Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad > > >Demi melaksanakan perintah Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu >bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu >kepada Allah supaya kamu mendapat kasih-sayangNya”, dan demi memenuhi >panggilan Rasulullah saw pada haji wada’: Janganlah kamu kafir kembali dengan >saling membunuh di antara sesama kamu. Jadilah semua hamba Allah itu >bersaudara,” kami ahli Kiblat yang sama, yang diikat dengan kalimat tauhid la >ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang berpegang teguh ada Al-Qur’an dan >Sunnah Nabawiah, dengan ini bertekad untuk : > > >1. Memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum >mukmin dalam kuburan sejarah. >2. Menghidupkan hubungan di antara kami dalam suasana saling mengasihi, saling >melindungi, saling menopang dan saling membantu. >3. Melaksanakan komunikasi dialogis di antara kami untuk saling memahami dan >bukan untuk saling menghakimi, untuk saling menyayangi dan bukan untuk saling >membenci. >4. Menjalankan kerjasama di antara kaum muslim dan dengan umat beragama >lainnya untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. >5. Menjadikan masjid-masjid sebagai pusat ukhuwah Islamiyah dan pusat >peradaban Islam. > > > >Untuk mewujudkan tekad dan iktikad itu, kami berhimpun dalam wadah Majelis >Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia, disingkat MUHSIN. Semoga Allah yang Mahakasih >menjaga kami dengan mataNya yang tidak pernah tidur, melindungi kami dalam >bentengNya yang tidak pernah hancur, mengasihi kami dengan kekuasaanNya. >Dialah satu-satunya harapan kami! > > >Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1432 H / 20 Mei 2011 M.
