Bung Amin,
Anda menulis:
"Agama itu dasarnya wahyu, isinya pengaturan bagaimana hidup harus
dilaksanakan berdasarkan SUARA TUHAN. Sedangkan demokrasi, dasarnya
penalaran manusia, tetang bagaimana sebaiknya hidup bersama menurut SUARA
RAKYAT. Padahal SUARA RAKYAT tidak selalu sama dengan SUARA TUHAN.
Komplikasi ini sangat buram batasnya. Dan keburaman menyuburkan tumbuhnya
manipulasi."

Maukah anda tidak ragu2 memberikan contoh riil kemungkinan konflik yang anda
maksud?. Tanggapan saya sebelum ini saya maksudkan buat menjawab soal ini.
Tapi bila anda belum mengeluarkan semuanya dari kepala , kelihatannya kok
belum nyambung betul, ya ? .

Soal Madinah :
Soal Madinah saya tidak begitu paham. Yang saya tahu, orang Madinah itu
secara natural memang amat ramah pada orang asing. Keramahan yang sama
barangkali dirasakan oleh Nabi Muhammad ketika ngungsi " hijrah" dari Makkah
dulu. Saya pernah mengalami bertanya soal restoran Indonesia malahan diantar
jauh sampai ditempat dengan mobil sekalian. Soal fasilitas kota atau
fasilitas bagi warganegara memang luar biasa, karena Saudi Negara kaya raya.
Soal politik jangan ditanya. Pokoknya warga bisa mendapat apa saja, asalkan
.. DIAM !

Wassalam.
Abdullah Hasan.




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke