Bapak Abdullah Hasan,

Anda memberi pencerahan yang luar biasa. Terima kasih.

Sesungguhnya issue ini sengaja saya launch karena saya butuh orang seperti Anda, 
ketika membaca tanya jawab yang "keras" yang saya copy dibawah ini (dimuat di site 
al-islam), dan saya belum mampu mencernanya. (maaf, panjang).
---
Tanya :(sebagian dihapus)

Demokrasi menurut Barat yang ditulis dalam sebuah buku "Today Isms" yang ditulis oleh 
William Ebenstein dan Edwin Fogelman, juga terkandung didalam Deklarasi Kemerdekaan 
Amerika, memiliki 8 prinsip. Jangan kaget kalau kedelapan prinsip tersebut sudah 
tercantum didalam Al-Quran. Karena keterbatasan, ayat Al-Quran tidak dituliskan. 
Kedelapannya adalah:
1. Berpikir secara rasional / akal pikiran (Rational Empiricism) - (17:36)
2. Penekanan kepada individu (Emphasis on Individual) - (4:100), (9:20), (4:71), (4:76)
3. Negara adalah sebuah alat (The instrumental theory of the state) - (55:1-10), 
(45:3,18-20)
4. Ke-Sukarela-an / Kebebasan (Voluntarism) - (2:215), (2:272), (10:98,99), (45:18), 
(4:71)
5. Hukum dibelakang Hukum (The law behind the law) - (3:26), (4:49,50,52,53), (9:120), 
(25:55)
6. Penekanan kepada keinginan (Emphasis on the means) - (38:22-24,26,27), (4:135), 
(49:6)
7. Diskusi/Musyawarah dan Perjanjian (Discussion and consent) - (3:159), (42:38)
8. Setiap manusia adalah sama / hak asasi manusia (Basic equality of all human beings) 
- (3:195), (49:13), (17:53), (49:11-12), (31:18-19)

Jawab : 

Keterangan Anda itu lebih merupakan justifikasi kepada demokrasi, dan sangat 
memaksakan. Sementara Anda bantah diri Anda sendiri dengan pernyataan Anda, "..dimana 
banyak pemimpin Islam yang justru menempelkan Islam pada demokrasi," hal yang sama 
Anda lakukan. Nampaknya Anda belum paham benar tentang demokrasi, bagaimana 
asal-usulnya? Kemana arahnya..? Apa peranan agama di dalamanya? bagaimana prakteknya? 
Anda hanya mengambil sepotong kemudian Anda justifikasi dengan Al-Quran. Perbuatan 
Anda ini berbahaya. Hanya satu hal saja sudah cukup bisa meruntuhkan pandangan Anda, 
apalagi ada 50 hal distruktif yang terdapat dalam demokrasi. Satu hal tersebut, yaitu 
demokrasi bersumber kepada manusia yang hanya mengandalkan rasio yang terbatas, 
sedangkan sistem Islam bersumber kepada wahyu Allah SWT yang mutlak kebenarannya. Jika 
Anda ingin paham tentang demokrasi dan perbandingannya dengan sistem Islam, silahkan 
baca disertasi doktor dari UI oleh Prof. Dr. M. Thohir Azhary berjudul 'Negar!
a Hukum.' Kami juga punya sejumlah referensi tentang hal tersebut dalam bahasa asing.
Jika Anda tidak tahu bentuk pemerintahan Islam di masa Nabi saw, bagaiman mungkin Anda 
sebut sebagai pemerintahan yang demokratis, itu berarti Anda berbicara tanpa didasari 
ilmu. Bentuk pemerintahan Rasulullah saw itu seperti disinyalir dalam Al-Quran surat 
An-Nur:55, yaitu 'Khilafah' dan dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin sepeninggal 
Rasulullah saw. Kami punya bukti baru bahwa demokrasi tidak memberi peluang kepada 
ummat Islam yang konsisten dengan ajarannya. Terbukti saat ini di Al-Islam ada puluhan 
warga muslim asli Amerika yang menyatakan ingin pindah ke Indonesia, karena tertekan 
oleh hukum demokrasi Amerika.
---
Komentar saya : 
Pertanyaan dan jawaban ini terlalu tinggi untuk saya pahami, sehingga perlu pencerahan 
Anda.

Tentang Madinah al munawarah, sekali lagi saya hanya ingin coba mengintip lorong 
waktu, bagaimana kira-kira bentuk dan tata hubungan masyarakat madani yang akan 
diterapkan di Indonesia. Jadi nggak masalah, apakah Madinah yang dulu atau yang 
sekarang.

Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalam,
AR. 
--
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke