On Sun, 15 Aug 1999, Martin Manurung wrote:

> AH:
> Tapi alhamdulilah , kelihatannya Mega telah mulai memilih teman yang cocok
> dengan aspirasi partainya yaitu Golkar yang hakekatnya memang paling mirip
> dengan PDIP ( Bung SAM- Glodok St. telah banyak meng-elaborasi masalah
> ini ). Biarlah kali ini yang menjadi oposisi adalah partai yang betul-betul
> reformis saja seperti PAN, PPP, PK, dsb.  Apakah Bung Sam setuju ?!
> 
> MM:
> Dan Amien Rais telah mulai memilih teman lamanya (yang cocok dengan aspirasi
> partainya yang hakekatnya memang paling mirip dengan dirinya?) yaitu faksi
> Golkar Hitam dibawah Habibie (banyak orang telah meng-elaborasi masalah
> Golkar hitam ini). Jadi partai yang "betul-betul reformis" yang mana ya?
> 
Karena semua kekuatan merasa sebagai reformis, dan nampaknya(nampaknya
lho....) "trend" nya mengarah ke hal tersebut, bagaimanakah kalau istilah
reformis atau tidak reformis itu dianggap sudah tidak relevan lagi dengan
"Political Current Flow" nya Indonesia saat ini???

Bisa-bisa istilah reformis-tidak reformis ini nanti digunakan sebagai      
"ujung penombak" untuk membantai lawan politik yang melawan penguasa,
atau sebaliknya, atau kuat-lemah, gurem-besar,dst. Biasalah, seperti yang
telah dilakoni "Yang Mulia/PB Revolusi" Ir. Sukarno, serta jargon-jargon
politik "pembangunan" nya "Baginda" Jenderal(Besar) Haji Muhammad
Soeharto. 



______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke