Marilah kita kembali menggunakan tolok ukur kemanusiaan.

Apa yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Soeharto terhadap
rakyat Timtim yang menentang pro integrasi adalah bertentangan
dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Kini kita telah mengetahui bahwa pada saat itu Soeharto telah
digunakan oleh Amerika dan Australia yang takut kalau komunis
masuk melalui Timtim mengingat bumi nusantara ini terletak pada
geografi yang sangat strategis secara politis dan ekonomis.
Ingat, F16 yang diterbangkan oleh pilot Indonesia denga bendera
Star of David dari Yordania dan masuk ke Timtim adalah atas
peresetujuan AS. Australia juga sangat mendukung integrasi pada
saat itu. Kini, apa yang mereka lakukan terhadap bangsa dan
negara ini? Tidak ada persahabatan sejati, yang ada adalah
kepentingan sejati. Rela dan Maukah kita sebagai anak bangsa
dipermainkan oleh negara lain? Saya sebagai pribadi maupun anak
bangsa tidak mau!

Nah, kini ketika pasukan Interfet masuk ke Timtim, aksi balas
dendam pro kemerdekaan yang di back up oleh Interfet mulai
dilakukan. Terima kasih kepada TV swasta Indonesia yang
menyajikan secara visual kasus-kasus balas dendam itu.

Pembunuhan terhadap mereka yang dicurigai sebagai pro Integrasi
terjadi. Pembakaran hidup-hidup seorang yang dicurigai sebagai
pro integrasi diketahui oleh Interfet dan mereka diam saja dan
justru berpihak. Katanya, mereka adalah penjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi? Bukankah ini sama persis
dengan tragedi pembunuhan besar-besaran di tahun 1965 dimana
orang yang dicurigai simpatisan atau pro PKI dibunuh tanpa sebuah
klarifkasi? Bukankah banyak terjadi, kasus masalah senang dan
tidak senang lalu dikaitkan dengan stigma PKI pada saat itu untuk
menyingkirkan? Bukankah kejadian ini mirip dengan apa yang sedang
terjadi di Timtim?

Siapapun pejuang HAM, tidak akan pernah berpihak kepada siapa
saja yang melanggar HAM karena HAM adalah universal. Kalau memang
benar CNN, BBC, dan media barat yang lain menyiarkan masalah HAM
dan keseimbangan berita maka mereka mestinya juga menyiarkan
fakta pembunuhan dan pembakaran mereka yang dituduh pro integrasi
itu. Ini adalah masalah kemanusiaan yang bersifat universal Bung.
Mengapa AS membela Kuwait ada saat perang teluk itu? karena HAM?
He... he... karena minyak Bung! Bush memang mengatakan "this
picture makes me sick"  ketika melihat perlakuan tentara Iraq
terhadap wanita Kuwait sebelum men declare perang. Namun apakah
karena itu kemudian AS tergerak? Persiapan mereka sudah lama
Bung, untuk melindungi kepentinga mereka..

Marilah kita sebagai anak bangsa hand in hand untuk memanfaatkan
potensi itu bagi kepentinga bangsa dan neara ini dan jangan
sampai negara-negara (barat) yang sudah mulai kehabisan sumber
daya alamnya dengan seenaknya memanfaatkannya untuk kepentingan
mereka.




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke