Dear Yap,
 bukti konspirasi adalah RESULTnya. memang secara hukum formal, sangat sulit
bahkan dapat dikatakan tidak bisa dibuktikan.
Oleh karena itu para pakar hukum pidana mengusahakan adanya perobahan hukum
formalnya menjadi dari pihak pengadilan yang harus membuktikan , dibalik
menjadi terdakwa harus membuktikan bahwa resultnya itu adalah perolehan dari
usaha yang sah.

Tapi, lagi-lagi Bung, masalah akhirnya adalah "the man behind the gun".

Polisi, Jaksa dan Pengacara sesungguhnya berfungsi membantu Hakim untuk
mencari dan menemukan "kebenaran" untuk kemudian dilaksanakan "putusan yang
adil".
Tapi 'kan dewasa ini banyak sekali Polisi, Jaksa dan Pengacara malahan
menutupi "kebenaran", sehingga Hakimnya juga ikutan menghasilkan "putusan
yang tidak adil".

Butuh waktu yang cukup lama untuk merobah kebudayaan mental yang sudah
kadung membudaya di bawah rezim ORBA. Ini menjadi masalah kebudayaan.

jsujanto

----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 29 September 1999 13:57 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] HAM


> Bung Panthom, nada pesimis Anda tentang hukum mengingatkan celoteh
seseorang
> dalam suatu seminar, tapi masih terngiang sampai kini.
> Katanya, dari semua hukum yang ada yang paling baik adalah hukum rimba.
> Crazy idea?
>
> Nggak juga, dia bilang, dalam hukum rimba, raja rimba paling hanya makan
> seekor mangsa, sudah itu tidur. Kalau makan lagi ya cuman satu.
> Balik dalam hukum manusia beradab, orang bisa makan aspal, minyak, besi,
> emas, pasir, sampah bahkan tinja dalam skala yang tidak terbatas, tanpa
> menyisakan sesuatupun untuk lainnya. Bahkan yang lebih gila, kredit luar
> negeri yang disebut bantuan IMF dsb menguap nggak tahu rimbanya tanpa ada
> yang perlu bertanggung jawab. Segitunya, kalau sudah ketahuan masih dengan
> bangganya membantah dan tepat berlindung dibalik istilah KONSTITUSIONAL.
>
> Berapa banyak pencuri, perampok dan koruptor yang dibebaskan oleh hukum
> dengan alasan :tidak cukup alat bukti.
> Benarkah hukum mensakralkan alat bukti diatas kebenaran yang mencolok
mata?
>
> Berdasarkan survey MRI, tingkat korupsi dilembaga pemerintahan Pusat dan
> daerah diatas 6 dari skala 10. Tiga besar ditempati oleh Birokrasi
> Pemerintah Pusat, Kejaksaan dan Polisi.
> Masih percaya hukum?
>
> Bung Sujanto, alat bukti apa sih yang bisa dipakai untuk membuktikan
kolusi
> (persekongkolan - konspirasi)?
>
> Yap
>
> >From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >coba lihat, masalah represif atau tidak di dalam hukum saja masih
> >diperdebatkan..
> >hukum yang satu tingkat represifnya lebih rendah dari sebelumnya..
> >kalo udah tau mana yang represif mana yang bukan, kenapa masih perlu
hukum?
> >kalo udah ada kesadaran itu, rasanya mau pake hukum yang tak terbatas
juga
> >gak ada masalah..karena kita udah tau sendiri batas2nya kan?
> >
> >IMHO
> >
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke