Bung Panthom, nada pesimis Anda tentang hukum mengingatkan celoteh seseorang 
dalam suatu seminar, tapi masih terngiang sampai kini.
Katanya, dari semua hukum yang ada yang paling baik adalah hukum rimba. 
Crazy idea?

Nggak juga, dia bilang, dalam hukum rimba, raja rimba paling hanya makan 
seekor mangsa, sudah itu tidur. Kalau makan lagi ya cuman satu.
Balik dalam hukum manusia beradab, orang bisa makan aspal, minyak, besi, 
emas, pasir, sampah bahkan tinja dalam skala yang tidak terbatas, tanpa 
menyisakan sesuatupun untuk lainnya. Bahkan yang lebih gila, kredit luar 
negeri yang disebut bantuan IMF dsb menguap nggak tahu rimbanya tanpa ada 
yang perlu bertanggung jawab. Segitunya, kalau sudah ketahuan masih dengan 
bangganya membantah dan tepat berlindung dibalik istilah KONSTITUSIONAL.

Berapa banyak pencuri, perampok dan koruptor yang dibebaskan oleh hukum 
dengan alasan :tidak cukup alat bukti.
Benarkah hukum mensakralkan alat bukti diatas kebenaran yang mencolok mata?

Berdasarkan survey MRI, tingkat korupsi dilembaga pemerintahan Pusat dan 
daerah diatas 6 dari skala 10. Tiga besar ditempati oleh Birokrasi 
Pemerintah Pusat, Kejaksaan dan Polisi.
Masih percaya hukum?

Bung Sujanto, alat bukti apa sih yang bisa dipakai untuk membuktikan kolusi 
(persekongkolan - konspirasi)?

Yap

>From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>coba lihat, masalah represif atau tidak di dalam hukum saja masih
>diperdebatkan..
>hukum yang satu tingkat represifnya lebih rendah dari sebelumnya..
>kalo udah tau mana yang represif mana yang bukan, kenapa masih perlu hukum?
>kalo udah ada kesadaran itu, rasanya mau pake hukum yang tak terbatas juga
>gak ada masalah..karena kita udah tau sendiri batas2nya kan?
>
>IMHO
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke