On Wed, 13 Oct 1999, Ahmad Dimpu wrote:
> Sekaranglah saatnya proses belajar dalam berdemokrasi
> teruji.
Dan mestinya, tidak usah pakai atribut demokrasi kalau ternyata sama
sekali tidak bisa bersikap demokratis.
Salah satu ciri orang tidak demokratis adalah: ngamuk kalau keinginannya
tidak disetujui secara demokratis. Pokoknya memaksakan diri harus menang
dengan caranya sendiri.
Gampang sekali kok sekarang ini menilai partai/kelompok mana yang
demokratis, mana yang cuma Omdo. Omong Doang.
WAM
>
>
> --- Zaki Tugiyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Hay guys,
> >
> > Ada mau ikut rusuh-rusuh ayo gabung untuk melakukan
> > revolusi silahkan
> > baca posting dibawah ini, sory loh korannya
> > Republika bukan Rakyat
> > Merdeka.
> >
> > Ngamuk yo ...
> >
> > Salam
> > Zaki Tugiyo
> >
> > URL :
> > http://www.republika.co.id/9910/13/13XPDI-P.01
> >
> > REPUBLIKA
> > Republika, 13 Oct 1999
> >
> >
> > Massa Megawati Ancam Lakukan Revolusi
> >
> > JAKARTA -- Para pendukung Megawati Soekarnoputri
> > yang dalam sepekan
> > terakhir mulai 'membanjiri' Bunderan Hotel
> > Indonesia (HI), Jakarta,
> > tak hanya datang untuk mendukung ketua umum PDI
> > Perjuangan itu
> > menjadi
> > Presiden RI mendatang. Mereka juga mulai
> > mengancam melakukan revolusi
> > bila Megawati akhirnya gagal duduk di kursi
> > kepresidenan.
> >
> > Sekitar tiga ribu pendukung Megawati yang
> > berdatangan dari berbagai
> > wilayah di Jabotabek, memadati Bundaran HI di
> > Jakarta, sejak siang
> > hingga kemarin sore. Mereka bergantian mengadakan
> > orasi mendukung
> > Ketua Umum PDI-P itu sebagai presiden keempat RI.
> >
> > Mereka menutup jalur putar Bundaran HI dan
> > menempatkan satu mobil
> > pick
> > up berisi generator listrik dan perangkat sound
> > system yang dipakai
> > untuk orasi.
> >
> > Aktivis PDI-P, Pius Lustrilanang, yang hadir dan
> > menggalang massa
> > 'banteng' dari Bogor, dalam orasinya meminta MPR
> > mendatang menetapkan
> > Megawati sebagai presiden. ''Jika Megawati tidak
> > terpilih, maka
> > terjadi revolusi,'' kata Pius diiringi teriakan
> > ''revolusi, revolusi,
> > revolusi!'' berkali-kali dari ribuan pendukung
> > Megawati.
> >
> > Pada kesempatan itu Pius juga meminta pendukung
> > Mega untuk
> > mengibarkan
> > bendera merah di halaman rumah serta memakai kaos
> > bergambar Megawati
> > hingga 21 Oktober sebagai upaya untuk
> > mengingatkan MPR memilih
> > Megawati.
> >
> > Abidin dari Barisan Banteng Megawati (BBM) dalam
> > orasinya
> > berkali-kali
> > menegaskan pilihan MPR hanya dua yaitu, Megawati
> > atau revolusi jika
> > ketua umum PDI-P tidak terpilih sebagai presiden.
> >
> > Para pengunjuk rasa dari berbagai komponen PDI-P
> > yang terdiri atas
> > Barisan Banteng Megawati (BBM), Komite Pendukung
> > Megawati (KPM),
> > Barisan Rakyat Setia Pendukung Megawati (BRSPM),
> > Tim Sukses Megawati
> > (TSM), dan Front Nasional Bersatu (FNB) tersebut
> > mengitari Bundaran
> > HI
> > dengan menggelar spanduk berisi tanda tangan
> > serta tulisan dukungan
> > kepada Megawati.
> >
> > Menurut keterangan beberapa koordinator lapangan
> > aksi tersebut,
> > demonstrasi yang digelar saat ini sebagai awal
> > dari aksi yang lebih
> > besar selama masa SU MPR. ''Tanggal 14 Oktober
> > nanti kami akan
> > mengadakan konsolidasi dengan para pendukung dari
> > luar Jabotabek
> > serta
> > akan mengadakan aksi puncak pada 18 Oktober,''
> > kata seorang
> > koordinator yang tidak mau disebut identitasnya.
> > Menurut
> > pengakuannya,
> > massa pendukung PDI Perjuangan yang hadir kemarin
> > tercatat 2.750
> > orang.
> >
> > Para peserta aksi yang hampir semuanya mengenakan
> > kaos berlambang
> > PDI-P mengaku datang dari berbagai wilayah Ibu
> > Kota maupun luar
> > Jakarta seperti Bogor dan Tangerang. Ratusan di
> > antaranya mengendarai
> > 20 Metromini dan berhenti di Tugu Proklamasi,
> > lalu berjalan kaki
> > sejauh tiga kilometer ke Bundaran HI dan
> > membagikan selebaran berisi
> > dukungan pada Megawati, penolakan
> > pertanggungjawaban Presiden BJ
> > Habibie, amandemen UUD 1945, serta penuntasan
> > kasus Soeharto dan
> > kroninya.
> >
> > Ketua DPP PDI-P, Suparlan, yang dimintai komentar
> > tentang ancaman
> > revolusi dari massa pendukung Megawati itu
> > mengaku tak tahu-menahu.
> > ''Saya kok belum tahu kalau ada pengerahan massa
> > PDI-P,'' ujarnya
> > kepada Republika tadi malam.
> >
> > Secara terpisah, Komandan Satgas Barisan
> > Serbagunua (Banser) GP
> > Ansor,
> > Imam Kusnin Ahmad, mengatakan pihaknya memberi
> > perhatian serius
> > terhadap upaya-upaya anarki yang dilakukan massa
> > selama
> > berlangsungnya
> > SU MPR. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut,
> > lanjutnya, Banser siap
> > turun dengan puluhan ribu pasukannya.
> >
> > Bahkan, tegas Kusnin, Banser akan mendapat
> > dukungan penuh dari
> > pasukan
> > jin (pasukan tidak kasat mata) yang siap
> > membentengi Gedung MPR/DPR.
> > ''Yang jelas, kelompok dari manapun yang mencoba
> > mengganggu jalannya
> > SU MPR akan berhadapan dengan Banser. Dan, kami
> > tidak main-main untuk
> > mengamankan jalannya SU MPR itu dengan dukungan
> > dari pasukan jin
> > Islam
> > yang sewaktu-waktu siap diturunkan di arena,''
> > tegasnya ketika
> > berbincang dengan Republika di Jakarta kemarin.
> >
> > Kusnin mengingatkan pasukan tidak kasat mata itu
> > memang bisa
> > dikendalikan sesuai dengan keinginan para kiai.
> > Untuk itu, katanya,
> > mereka baru akan diturunkan kalau kondisinya
> > benar-benar sangat
> > gawat.
> > Jadi, papar dia, pasukan jin ini tidak akan
> > segan-segan menangkal
> > siapa pun yang mencoba berbuat jahat untuk
> > menggagalkan SU MPR.
> >
> > Pengerahan pasukan Banser serta kemungkinan
> > didukung pasukan jin itu,
> > menurut Kusnin, dilakukan sesuai dengan instruksi
> > Gus Dur (KH
> > Abdurrahman Wahid) yang sebelumnya telah memberi
> > warning kepada
> > kelompok manapun yang ingin mengganggu jalannya
> > SU MPR. ''Apa yang
> > kami lakukan ini berdasarkan perintah Gus Dur.
> > Kami akan turun ke
> > lapangan untuk mengamankan situasi dan tetap
> > berpijak pada etika
> > HAM,'' jelasnya.
> >
> > Berdasarkan laporan dari Surabaya, ribuan Banser
> > yang siap
> > diterjunkan
> > telah mendapat bekal senjata dari para kiai plus.
> > Mereka bersenjata
> > rotan yang telah diberi asma. ''Senjata rotan ini
> > memang kecil, tapi
> > keampuhannya lebih dahsyat ketimbang senjata
> > api,'' ujar salah
> > seorang
> > anggota Banser asal Sidoarjo, Jawa Timur. Ia
> > memberikan contoh, pada
> > saat menumpasan G-30-S/PKI, senjata-senjata rotan
> > kecil itu telah
> > dibuktikan keampuhannya.
> >
> >
> === message truncated ===
>
>
> =====
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!