Pada situasi seperti ini, sangat tidak arif PDIP ikut berebut kursi
Presiden. Sangat terpuji kalau PDIP mempersilahkan capres lain mengambil
kursi Presiden, untuk membuktikan bahwa PDIP anti kekerasan dan berdiri
disemua golongan. Hari esok masih panjang dan sejarah akan mencatat apa yang
sesungguhnya terjadi.
Dengan perilaku seperti yang ditunjukkan petinggi PDIP saat ini, bukan
simpati yang didapat, malahan antipati, karena ternyata mereka tak ada
bedanya dengan binatang politik lainnya.
Jabatan adalah amanah, bukan sesuatu yang pantas diperebutkan. Apalagi kalau
sampai harus berdarah darah. Situasi politik telah sampai pada : Menang jadi
arang kalah jadi abu. Sikap bijaknya adalah, tinggalkan gelanggang
perebutan, persilahkan yang merasa paling pantas untuk mengambilnya, dan
menikmati segala konsekuensinya.
Pengabdian pada bangsa ini, seperti sejak semula saya yakini, tidak harus
melalui jalur formal dan perebutan jabatan. Berbuat baik bagi kemanusiaan,
tidak harus mencederai nilai kemanusiaan itu sendiri.
Bangunlah jiwanya, bangunlah bangsanya, untuk Indonesia Raya.
Yap
>From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Massa Megawati Ancam Lakukan Revolusi
>Date: Fri, 15 Oct 1999 08:52:23 -0700 (PDT)
>
>--- Andriecht <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > "SU MPR berlangsung secara demokratis, adil dan
> > transparan jika dalam
> > pemilihan presiden Ibu Megawati terpilih sebagai
> > presiden RI"
> > Jika tidak, maka pro status quo telah bangkit,
> > demokrasi di-injak-injak,
> > rakyat dilecehkan.
> >
> > Yah, sebagai tiyang alit, saya ingin suasana aman
> > damai, tentram sentosa,
> > bahagia, tenang,..etc, etc.
> >
>
>Inilah yang kita sayangkan, pendukung PDIP itu selalu
>menyalahkan partai lain, pas mereka kalah
>voting...mereka bilang pro status-quo...padahal mereka
>tidak sadar bahwa petinggi merekalah yang sombong dan
>tidak bisa bekerja sama dengan orang lain.
>
>Jangan salahkan orang lain dong kalau tidak milih
>Megawati, belajarlah berdemokrasi, negara ini bukan
>hanya milik sebagian orang, esesensi sebenarnya dari
>demokrasi itu adalah kompromi. Apa susahnya sih
>kompromi?
>
>Saya berharap ancaman-ancaman diluar gedung MPR itu
>jangan didengarkan oleh anggota MPR, anggota MPR cukup
>mendengar suara mahasiswa. Karena suara mahasiswa
>sajalah yang dianggap signifikan....
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!