----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>

Sebenarnya bukan Gus Dur yang tak memiliki 'sense of
crisis', tetapi justru para politikus kita lah yang
sedang mabuk karena menenggak demokrasi dalam dosis di
luar takaran.
__________________________________________________

Dalam acara VISI, hadir seorang Doktor dari salah satu partai
yang lagi getol menyuarakan sosialisasi wacana federalisasi.

Ada satu kalimatnya yang agak mengurangi rasa respek saya
terhadap gelar doktornya. Kalimat itu adalah "percayalah Jawa
tidak akan miskin karena negara Federal...." Lho...., argumentasi
negara Federak koq nyeleweng ke masalah kekhawatiran Jawa (orang
Jawa?, penduduk Jawa?, suku Jawa?, pulau Jawa?)yang akan menjadi
miskin  karena NKRI menjadi NFRI  yang sebenarnya sunggfuh sangat
sulit dinalar.

Wah.... saya teringat kepada Doktor Baramuli yang mempunyai
proyek disintegratif  Iramasukanusantara, kini isu Jawa da Non
Jawa digulirkan lagi oleh seorang Doktor.

Apakah demikian tinggi kepandaian  seseorang yang telah berhasil
memperoleh gelar Doktor sehingga jalan pikirannya sulit dipahami
dengan pikiran yang sederhana? Bila demikian mengapa mereka
berbicara di media masa yang dilikuti oleh masyarakat umum?
Mengapa para Doktor itu tidak menggelar saja debat ilmiah
diantara mereka sebelum berbicara mengenai kebenaran di depan
publik? Mengapa para Doktor itu saling berbicara sendiri sehingga
masarakat awam justru semakin bingung? Ataukah media masa yang
bingung untuk mencetak public figure karena demikian banyaknya
Doktor?

Apakah ada perbedaan antara Doktor kampus dan Doktor non kampus?

Duh Gusti...., mengapa  dulu Engkau membiarkan Belanda memusatkan
pemerintahan Hindia Belanda di Jawa...............  Seandainya
saja sejarah pemerintah Hindia Belanda itu di luar Jawa maka
mungkin persoalan yang akan dihadapi oleh bangsa ini lebih
mudah........

��




-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke