Cak ��, negara kesatuan itu khan sudah paralel (cocok) dengan gelar-gelar
raja Jawa, Hamengkubuwono / Mangkunegoro (yang memangku bumi/negara),
Pakubuwono / Pakualam (sebagai paku atau pusat bumi/alam). Wajar saja kalau
ada keinginan bawah sadar orang Jawa untuk memangku atau menjadikan sebagai
pusat, jangankan Indonesia, bila perlu seluruh dunia. Juga yang mendukung
paling keras NKRI selain TNI adalah kaum Nasionalis (Golkar/PDIP) yang
pusatnya di Jawa.
Memang juga harus diakui pusat-pusat kebudayaan di Asia Tenggara itu dulunya
yang terbesar di P. Jawa (Sumatra jaman Sriwijaya saja).
MB
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 09, 1999 10:35 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
>
> Ada satu kalimatnya yang agak mengurangi rasa respek saya
> terhadap gelar doktornya. Kalimat itu adalah "percayalah Jawa
> tidak akan miskin karena negara Federal...." Lho...., argumentasi
> negara Federak koq nyeleweng ke masalah kekhawatiran Jawa (orang
> Jawa?, penduduk Jawa?, suku Jawa?, pulau Jawa?)yang akan menjadi
> miskin karena NKRI menjadi NFRI yang sebenarnya sunggfuh sangat
> sulit dinalar.
>
---------------------
> Duh Gusti...., mengapa dulu Engkau membiarkan Belanda memusatkan
> pemerintahan Hindia Belanda di Jawa............... Seandainya
> saja sejarah pemerintah Hindia Belanda itu di luar Jawa maka
> mungkin persoalan yang akan dihadapi oleh bangsa ini lebih
> mudah........
>
> ��
>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!