Benar, khotbah yang sangat reflektif, nggak nyangka ada ustadz disini. Cuma barangkali persoalaannya, kenapa ada aja yang gembar-gembor atau ngusilin orang lain, ya justru kan karena kurang pd itu. Mungkin mudah buat bung Yap, atau bung Aswat, tapi ada yang 'merasa' kebanyakan muslim disini masih pada 'abangan' - dalam arti islam ya cuma islam thok. Nggak sholat, ngga puasa, masih judi dan yang lain2x (nggak tega saya ngomongnya) - apalagi punya pikiran seperti bung Yap bahwa islam mestinya jadi 'rachmatan lil alamin' - jauh lah itu. Mungkin saya termasuk yang 'merasa' begitu. Dan yang 'merasa' ini, merasa nggak cukup hanya menunjukkan islam lewat dirinya masing2x. Dan jadi nggak pd (karena tahu jumlahnya tidak 150juta seperti yang anda katakan) sehingga merasa perlu pemimpinnya - yang kebetulan sekarang GD - dengan segala kekuasaan yang dimilikinya, ikut mengakselerasikan proses 'rachmatan lil alamin' itu. Tapi kan nggak kelihatan begitu, makanya GD di kuyo2x terus sama let say "islam kanan" ini. btw, saya nggak bilang anda membela GD, hampir saya tulis begitu, tapi nggak jadi karena kelihatannya nggak tepat. "Selalu memuji" dengan "sangat hormat", hampir sebanding kan? > -----Original Message----- > From: �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > > Saya baru tersadar... > Benar juga ya... Bung Yap. > Kemungkinan besar disinilah letak masalah itu. > > Ini sungguh merupakan pernyataan yang sangat reflektif > bagi yang mau berefleksi. > > ----- Original Message ----- > From: Yap <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, April 12, 2000 8:25 PM > Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengulangan (Menghargai > perbedaan) > > > Bung Indra, saya tidak dalam posisi membela Gus Dur. > Tetapi jujur saja saya > sangat hormat kepadanya. > Agar ekonomi islam bisa keluar, promoted, dan dikenal > semua orang, ya setiap > orang yang merasa dirinya islam melaksanakannya, > mengimplementasikan sesuai > konsepnya, tanpa perlu gembar gembor atau ngusilin > orang lain. > > Lihat nggak betapa indahnya kemenangan Schumy atas > Hakinen kemarin? > Sampai lap ke 42 (dari 62 laps) dia masih follower, > tetapi dengan strategi > sederhana melambatkan second pitstop dengan 2 laps > setelah Hakinen, dia tak > terkejar sampai finish. Apa point-nya? Schumy selalu > berpikir dan bertindak > produktif, penuh percaya diri dan konsisten > melaksanakan keyakinannya. > Dukungan dari timnya memang hebat, tetapi penentunya > kan dia juga. > Dia memenangkan lomba dan simpati dunia sekaligus. > Fantastis!!! > > Islam, katanya disini dianut lebih dari 150 juta orang. > Kalau semuanya > menjalankan butir demi butir dari 6666 ayat itu plus > meneladani hadist > Rosulullah, Insya Allah yang Anda ragukan itu akan > terjadi dengan mudahnya. > Ibarat racing, disini Islam start paling depan, dengan > engine paling besar, > dengan dukungan super team paling hebat. Jadi ya PD > ajalah melaju, lakukan > amalan nyata. Bukan malah penuh kekhawatiran, curiga, > berantem sesamanya > atau over acting yang sangat kontra produktip. > Nggak perlu risau apa strategi GD, karena GD hanya > salah satu dari umat > islam. GD hanyalah salah satu kontributor. Yang lain > kan sama sebagai > kalifah juga dimuka dunia. Ya marilah semua berlomba > melakukan kebajikan. > > Ibda bi nafsika. Mulailah dari dirimu sendiri. Jangan > cuma tolah toleh, > nunggu instruksi, atau sibuk mendorong orang lain > melakukan, atau menunggu > orang lain melakukan. Ngapain? > > Nah kalau ditanya, melakukan apa? Ada 3, ya 3 saja > dululah. Pertama, > Itaqulloha hai suma quntum. Bertaqwalah kamu dimanapun > kamu berada. Kedua, > wa atbihis sayih atal hasanah, tamhoha. Dan bila kamu > melakukan sesuatu yang > kurang baik, segeralah lakukan kebaikan, semoga dapat > mengurangi kekurang > baikan itu. Ketiga, wa cholichin naas sabichuluchin > hazaniin. Dan > pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. > > Sudah gitu aja dulu, nggak usah muluk muluk. Kalau > makin banyak yang bisa > melakukan itu, saya kira nggak perlu Tap Tap-an, Islam > dan pemeluknya akan > dihormati keberadaannya diseluruh dunia. > > Saya pikir cukup jelaslah bahwa yang pertama kita > diperintahkan memahami dan > mengimplementasikan secara utuh konsepsi Islam. > Mengimplementasikan sesuai > dengan konsep aslinya, bukan dipreteli, atau dicomot > bagian yang disukai > saja. Yang kedua adalah konsep yang sekarang dikenal > dengan Kaizen atau the > continuous improvement. Nggak perlu penjelasan, karena > sudah sangat > terkenal. Yang ketiga kita diminta tidak minder tetapi > juga tidak over > acting. Nah kalau setiap orang Islam berperilaku begitu > maka jadilah Islam > sebagai rahmat seluruh alam (Rachmatan lil alamin). > > Apa dengan begini perlu takut komunis, kapitalis, > imperialis, fasis dan > lainnya? Apa memang perlu memusuhi pemeluk agama lain? > Itu kan cuma masalah > waktu, kapan seseorang akan memperoleh hidayah. Gitu > aja kok repot. > > yap > (PD aja lagiiii...) > > Success is neither magical nor mysterious. > Success is the natural consequence of consistently > applying basic > fundamentals. > > > > > > - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI > Bergabung: [EMAIL PROTECTED] > Keluar: [EMAIL PROTECTED] > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
