Nimbrung ya Bung, (boleh kan)
Strategi ada yang tertulis ada yang tidak.
Strategi seorang pemimpin biasanya baru diketahui
setelah scenario masa depan yang ia pikirkan terwujud
dan strategi yang digunakan tepat terwujud.
Karena scenario masa depan bukan hanya satu maka
alternatif-alternatif stategi disiapkan. Itu merupakan
sebuah permutasi. Disamping itu, driving force
scenario masa depan itu merupakan variabel-variabel
bebas yang saling berinteraksi. Disinilah letak masalah
itu.
Sebagai contoh:
Pertemuan Gus Dur-Akbar
Gus Dur Njelekin Mega & Amien
Selasa, 11 April 2000 - 01:01 WIB
detikcom - Jakarta,
Contoh lain:
Ketika Aceh bergolak, GD malah nglencer ke LN. Namun,
salah satu fakta yang muncul kemudian adalah AS, ASEAN,
dan bahkan organisasi Islam Sedunia mendukung
Pemerintahan Indonesia. Orang pada saat itu, bahkan
ketua DPR dan MPR mengkritik keras.
Bila scenario masa depan seorang pemimpin dan
alternatif strategi yang digunakan bisa diketahui maka
lawan-lawan politiknya baik didalam maupun diluar
negeri bisa dengan mudah memformulasikan counter
strategy. Jadilah ia bukan pemimpin.
Namun demikian, bolehlah kita untuk tujuan saling tukar
pikiran mendiskuskan kemungkinan scenario masa depan
dan strategi mBah Dur.
----- Original Message -----
From: Indra Bayu <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 12, 2000 10:26 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] Pengulangan (Menghargai
perbedaan)
Masalahnya bung Yap, GD yang selalu anda puja-puji itu,
nampaknya jenis yang
tidak rela kalau islam harus dihadapkan dengan isme2x
bikinan manusia. Jadi
bagaimana ekonomi islam bisa keluar, promoted, dan
dikenal semua orang? Atau
menurut anda saya aja yang bodo nggak bisa melihat
strategi jangka
panjangnya GD? Strategi yang manakah itu?
> -----Original Message-----
> From: Yap [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Wuik debat komunis, rame juga nih.
> Kalau saya sih ekonomi Islam saja deh, nggak mau
komunis, nggak mau
> kapitalis, tetapi juga nggak merasa perlu melarang
larang siapapun.
> Di Islam semua lengkap kok, sistem kenegaraan,
hubungan sosial, ekonomi,
> hubungan apapun antar manusia dan antara manusia
dengan Khaliknya.
> Kalau yang lain mau paham yang lain, ya nggak usah
dilarang, karena kita
> sendiri juga nggak mau dilarang. Itu kan cuma masalah
waktu datangnya
> hidayah. Gitu aja kok ....
>
> yap
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!