On Tuesday, 18 April 2000 che wrote;
> Maaf kupikir anda bukan pns.
Lha memang bukan. Nggak usah maaflah.
> > > Kalau ini kita sudah beda asumsi sejak dalam pikiran. Sebab bagi
> > saya
> > > yang meminterkan murid itu bukan guru tapi murid itu sendiri.
> >
> > Apa nggak perlu dikondisikan agar maksimalisai potensi murid itu
> > bisa berjalan optimal? Kalau ya, siapa atau dengan apa
> mengkondisikannya?
>
> Ini tanya apa ngetes ? Nanti ujungnya pasti uang. Kok semua masalah
> muaranya kesana ya ? Pantesan semua pada ngotot banting tulang
> mencari hutang serta banyak protes minta gaji dinaikkan.
Jump to the conclusion?
Saya sih setuju banget, yang minterkan murid ya murid itu sendiri, malah
terus lanjut, yang mentukan besarnya gaji ya pegawai itu sendiri (eh duit
lagiii), yang menentukan gajah bisa main sirkus atau ngangkut kayu ya gajah
itu sendiri.
Tapi kan nggak ujug ujug (otomatis). Kalau ditempuh sendiri, melalui trial
and error, ya terlalu besar biayanya.
Rasanya perlu ada fasilitas dan fasilitatornya. Kesitu kan arahnya, bukan ke
duit.
Joko Sembung pinter main silat juga nggak pake duit. Santri jadi mubalig
juga nggak pakai duit. Nggak selalu duitlah.
Tapi memang ada yang pake duit. Tapi bukan itu fokusnya.
yap
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!