Klaim laskar jihad yang memiliki 10 000 pasukan dan siap berjihad ke Maluku
menyiratkan sisi lain.
Saya melihat potensi 10000 orang dengan kekompakan tinggi dan dukungan dana
cukup itu sudah bisa secara effektip membuat model kegiatan ekonomi yang
dapat menyejahterakan kawasan timur. Potensi alamnya banyak yang belum
tergarap. Itu kan bisa jadi dakwah yang simpatik. Kalau model dakwah ini
yang dijalankan, saya juga mau ikut ke Papua. Yayasan Habibie Center atau
Irama suka saya kira cukup kompeten melakukan ini. Dan saya yakin para
parpol akan berebut mengikuti model ini, baik karena ingin membantu rakyat,
maupun sekedar mencari simpati untuk Pemilu 2004. Nggak masalah pihak mana
yang melakukan, yang dengan label statusquo atau reformis, tetapi jangan
menggunakan dana APBN, itu numpang korupsi namanya.
Selama ini banyak kritik kepada Pemerintah, tentang kelambanan mengatasi
keterpurukan ekonomi, dan terlalu keasyikan bermain politik. Dalam kampanye
Pemilu, semua Parpol bilang bahwa cara terbaik mengatasi keterpurukan
ekonomi ini melalui reformasi. Caranya politik diberesi dulu, keadilan
tercipta, nah ekonomi bangkit. Tetapi setelah lama menunggu, rupanya
keasyikan main politik makin membuat mereka terlena. Banyak yang bilang
reformasi harus diselamatkan, tetapi hanya berhenti pada statement, tanpa
konsep yang jelas. Sampai hari ini, hiasan demo demi demo masih bekutat pada
beban ekonomi yang makin hari makin sulit. Termasuk simalakama beras dan
gula. Kalau distop impor, harga naik, petani selamat, konsumen sambat.
Pemerintah belum mampu berbuat seperti harapan rakyat. Semua Parpol juga
nggak ingat blas janji kampanyenya.
Momentum munculnya laskar jihad sendiri hanya dijadikan bahan polemik pro
dan kontra, sehingga jatuhnya ke perdebatan politik lagi. Padahal sebagai
sebuah kritik, kemunculan laskar jihad ini bisa diubah menjadi peluang untuk
kebangkitan kesadaran rakyat untuk menolong sesamanya, dan menjadikan negara
ini semakin rukun dan damai.
Menteri Tolhah bilang bahwa counterpart-nya dari negara Arab protes karena
demo itu menggunakan pakaian etnik Arab. Khawatir kalau negara negara Arab
dituduh ikut mendanai. Tapi denger denger cak Jafar (arek Malang yang jadi
panglima) mau ke Arab dulu sebelum ke Maluku. Rusdihardjo sudah ngancam akan
menindak.Kyai Hasyim Muzadi (arek Malang juga) jelas menyatakan penolakan,
termasuk memprotes penggunaan 'ahlu sunnah wal jamaah' yang selama ini
menjadi label NU. Masyarakat muslim Maluku termasuk Gubernur Saleh juga
menolak kalau mereka mau ikut bikin ribut. Kalau mau bantu kirim makanan dan
obat saja, katanya, kalau orang sudah cukup banyak. Saya kira yang paling
kompromistis, cak Jafar kesana dulu saja, sama dua tiga orang, lalu lihat
apa betul yang dibutuhkan bantuan tempur, atau bantuan logistik.
Atau yaitu tadi, berangkat kesana untuk melakukan dakwah melalui kegiatan
ekonomi tanpa minta dana atau fasilitas dari Pemerintah. Dengan begitu
rasanya lebih mengundang simpati. Cukuplah sudah korban (jiwa) yang sia sia.
yap
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!