----Original Message Follows----
From: By <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
Date: Mon, 05 Jun 2000 12:42:23 +0700

Heran terhadap rusaknya pela gadong di Ambon kok sekarang, mestinya sudah
sejak dua tahun lalu dikemukakan, ketika pertama kali orang lagi Idul
Fitri diserbu. Atau mungkin kita baru percaya atau tersentuh ketika ada
yang langsung bercerita face to face. Kenapa juga dulu nggak dicoba
menghadiri pertemuan2x yang biasanya menghadirkan saksi2x dari Ambon.
Atau barangkali pertemuan2x tsb terlalu kekanan jadi saksinya benar atau
tidak benar nggak usah dilihat?
.... dst... dibusek----->

aku justru heran dengan pertemuan-pertemuan dengan saksi-2
itu. heran saya terletak kepada cerita yang disampaikan
oleh para saksi, meskipun hanya mampu aku ikuti di media-2
gratisan dan (tentu) termasuk juga yang partisan.

kenapa?
karena terlalu detail untuk menggambarkan suatu kejadian
yang secara nalar sangat menakutkan bagi si saksi. apalagi
saksi itu adalah wanita. misalnya, saksi mampu menggambarkan
adegan yang menimpa orang tuanya yang disembelih.... kamangka,
padahal.. di depan diceritakan bahwa "dia" telah lari ketakutan
masuk hutan. namun isi ceritanya detail seperti Kho Ping Hoo
menceritakan jurus-jurus sakti tokoh yang sedang dia gambarkan
lagi duel.Saksi demikian ini apakah murni?

heran ku yang kedua adalah keberadaan lasykar jihad yang
katanya tidak untuk kegiatan kekerasan. namun mereka
melakukan latihan militer yang dipimpin oleh (diduga)
personil-2 militer. juga lasji itu sudah menyandang
nama LASYKAR... apa artinya? selain suatu sebutan
sekelompok orang yang akrab dengan peperangan dan
bergaya bebas.. wong lasykar....

namun keherananku agak terobati, ketika membaca berita
bahwa di jajaran panglimanya ada seorang purnawirawan
BRIGJEN... lho? juga sang panglima ini menulis sebuah
buku tentang keadaan Ambon sebelum dan setelah kerusuhan.
hebat bukan? pengamatan seorang militer senior begitu
justru keluar setelah suasana semakin kacau? mengapa
tidak dari dulu, sebelum Ambon mengacau? lantas apa
tanggung-jawab kemiliterannya terhadap keamanan,
wong dia juga bertugas di wilayah itu, dan seolah-
olah tahu sembarangannya yang terjadi dan akan
terjadi di Ambon jauh sebelum waktunya.
(ah.. tulisan pak brigjen ini rajin dikirimkan di
milist kelolaan bung White-Crow kok...)


salam,

mBahSoeL




________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke