--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Iklan Yayasan Cinta Bangsa mengetengahkan GD yang
> mengatakan bahwa tidak ada agama yang menilai rendah
> agama lain, karena bila itu terjadi maka sebenarnya
> agama itu sedang merendahkan agamanya sendiri. Juga,
> dalam ikln tu GD mengatakan bahwa tdak ada agama
> yang
> ingin hidup sendiri dan tidak menghendaki hidup
> berdampingan dengan agaman lain karea pada dasarnya
> semua ajaran agama itu sama.
> 
> Saya menyarankan agar iklan ini diputar
> berulang-ulang
> di seluruh stasiun TV  Saya memperhatikan perilaku
> anak-anak saya yang sangat terkesan dengan ucapan GD
> tersebut. Saya merasa pasti bahwa banyak anak-anak
> di
> Indonesia yang juga merasakan seperti apa yang
> dirasakan oleh anak saya.

Berbahagialah Anda, cak Wat. Setidaknya Anda sudah
menyumbang cikal-bakal penghuni negeri ini yang
pantas. Saya berdoa, Anda masih berkesempatan untuk
benar-benar melepas mereka dengan sikap hidup yang
benar tersebut ketika mereka memasuki kehidupan
bebrayan agung.

Setidaknya, aku pun juga. Kini anak-anakku sudah pada
lulus dan bekerja. Untunglah saya, meski tak selalu,
berkesempatan untuk mengantarkan sekolah, bahkan
hingga mereka kuliah. Di sepanjang perjalanan,
alhamdulilah, banyak sekali teladan yang bisa saya
bicarakan dengan mereka, mulai dari hal-hal sederhana,
hingga ke obrolan keluarga, bebrayan, ekonomi,
politik, dan budaya.

Dari komentar-komentar yang muncul dari mulut mereka,
yang mungil ketika SD sampai SMP, lalu yang cukup
maton ketika SLA dan mahasiswa, saya bersyukur, bahwa
mereka punya sikap yang bisa saya percayai, akan
menjadi bagian dari masyarakat yang setidaknya
bertanggungjawab terhadap kualitas diri, profesi, dan
sikap hidup bertenggangrasa di masyarakat kelak.
Rasanya, saya sudah berani melepas mereka untuk
mengarungi bebrayan agung. Sebentar lagi mereka akan
menikah.

Tetapi, tidakkah kita mesti prihatin, ketika justru
ketika iklan itu muncul, tak sedikit orang tua yang
malah mengalihkan saluran ke stasiun lain. Atau,
mereka tak ambil peduli terhadap apa yang diutarakan
GD melalui kalimat-kalimat indahnya itu. Siapa berani
menjamin anak-anak paham terhadap makna kalimat
indahnya GD tadi? Yang dianggap sebagai sebuah dari
sekian iklan layanan umum, seperti 'pakai kondom,
masuk akal, bukan?' itu.

Mungkin ada baiknya, selain ada mereka yang dengan
semangat tinggi mendatangi kumpulan untuk menebar
teror, maka kita perlu membentuk sebuah komunitas para
orang tua yang punya kepedulian terhadap masa depan
negeri tercinta. Kita rumuskan bersama sebuah
'silabus' dan 'kurikulum' untuk mempersiapkan anak
bangsa ini?

Jadi, selain ada PSSI untuk pencinta sepakbola, maka
kita perlu bangun 'Persatuan Peduli Bangsa', yang tak
usah banyak gembar-gembor publisitas, tapi langsung
melakukan aksi.

Wah, kok kayaknya utopis, ya ...

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Photos -- now, 100 FREE prints!
http://photos.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke