From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
> Namun aku jadi ragu, bila faham ini tidak dijadikan sebagai
> falsafah kehidupan, melainkan menjadi falsafah bernegara.
> Karena di situ tidak kenal lagi geografi, tidak kenal lagi
> bangsa-bangsa, bahkan bila perlu TIDAK KENAL LAGI IDENTITAS
> suatu negara. Menjadilah PEMERINTAHAN DAULAH DUNIA.
> Aku ragu, karena keberadaan dan nilai manusia itu terletak
> pada PERBEDAAN dan kemampuan manusia menangkap PERBEDAAN.
> Yang ini bertingkatan sesuai manusianya.

PS :
nilai manusia terletak pada perbedaan, ini saya setuju. karena nilai itu ada
karena perbedaan.
tapi keberadaan manusia terletak pada perbedaan? ini seperti apa?
dan apakah cocok falsafah kehidupan dijadikan falsafah bernegara [ini saya
artikan sebagai ideologi, bener nggak?]



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke