WAM:
First and foremost, saya mau nanya, mas Aswat ini Islam atau bukan?
Kalau pun Islam, apakah benar-benar Islam yang menjalankan lima rukun
(kecuali rukun terakhir), atau cuma Islam kejawen?
------
waduh,
yang berkata malu itu bukan mas aswat kok.
jadi gak peduli apa agama mas aswat. beliau hanya menyampaikan
bahwa sesama pelanggan milist "anu" yang kebetulan beragama
islam dan sempat berdiskusi tentang agama islam (bahkan tengah
naik daun sebagai penulis buku-buku keislaman) menyatakan
rasa malu-nya melihat kejadian-2 di tanah air yang berkaitan
dengan islam. gitu aja kok mas WAM.
--------
Tentang ungkapan _memakai baju yang tidak sesuai_ , apakah ini
bermakna
filosofis, atau bermakna realitas?
Jika maknanya adalah filosofis, betapa buanyaknya orang yang mengaku
Islam, yang tidak memakai _baju yang sesuai_ dengan keislamannya. Yang
bukan Islam pun juga buanyak yang tidak memakai baju yang sesuai. Ada
agama yang selalu berkotbah membawa kedamaian, membawa cinta kasih.
Faktanya di Ambon bukan itu yang mereka lakukan.
-----------
lha iya,
mau dinyatakan faktual atau filosofis ya boleh-boleh saja.
secara filosofis itu yang gimana ya.. malah bingung aku.
yang pasti kenyataan yang ada, telah membuat seseorang
merasa malu... dan sempat pula aku baca berita bahwa
ulah lasji dengan segala atributnya, telah memancing
protes dari beberapa negara timur tengah.... baik
menyangkut pada pengertian "jihad" maupun "sandangannya"
------
WAM:
Maaf, boleh saya nebak, bahwa perkataan _malu_ itu berasal dari mereka
yang menganut Islam kejawen? Atau malah nggak mau ngaku Islam?
Meluruhnya
budaya Jawa? Kekurangan budaya Jawa adalah: mereka selalu berusaha
menghibur diri dalam keadaan susah. _Untung cuma begini..._ itu adalah
salah satu contohnya. Ya, saya adalah orang Jawa. Tapi, saya tidak
berani
mengatakan bahwa budaya mbah saya adalah budaya paling bagus.
--------------
kalau yang bicara itu orang jawa memang benar. orang jawa
yang beragama islam, juga benar. soal nilai keislamannya,
mana bisa aku menilai? aku justru bingung dengan istilah
sampeyan islam-kejawen itu yang mana?
(wah jadi ingat pertanyaan bung phantom akan perbedaan
sebagai syarat keberadaan manusia jadinya.... hehe..
tanpa ada bedanya manusia dengan makhluk lain..
ya nggak ada manusia)
-------
WAM:
Postingkan juga foto-foto korban Ambon yang dicincang.
Let's see apakah mereka masih _merasa malu_ dengan upaya laskar Jihad.
Perbuatan mereka, yang merasa malu dengan aktivitas Laskar Jihad tapi
tidak merasa malu dengan foto para korban pembantaian, adalah
perbuatan
cabul. Perbuatan manusia berhati batu. Mungkin hanya setan, dan
manusia
berhati setan, yang pantas berfikiran seperti itu. Betapapun mereka
mengaku sebagai manusia, dan bersikeras bahwa mereka punya hati
nurani.
Nurani taik kucing!
------------
mas WAM,
aku sempat pula mendapat kiriman posting pembantaian
maluku (ambon) itu. hanya sayang datangnya dari
berbagai alamat. tidak hanya yang berasal dari alamat
islam, melainkan juga dari pihak sebelahnya....
jadi bagaimana aku harus menilai?
juga ada lagi kiriman foto-foto itu yang "dumpyuk" dengan
foito-foto peristiwa TIM-TIM.. bahkan ada yang menghiasinya
dengan foto yang diambil dari bosnia dan chechnia, malah
ada yang mencantumkan foto orang dicincang yang kebetulan
jauh sebelum ini aku surf, menemukan keterangan foto
itu konon berasal dari kebiadapan bangsa amerika tengah
makanya saya sengaja posting foto yang saya yakini
hasil "jepretan" wartawan harian favorit saya...
-------------
WAM:
Catat, saya tidak pernah menghendaki bahwa negara ini jadi negara satu
agama. Namun, nurani saya sangat terusik menakala menyaksikan orang
dibantai dengan begitu mudahnya.
--------------
rasanya sama juga.
bahkan tidak hanya berdasarkan apa agama orang yang dibantai.
sebagai sesama manusia... saya sedih dan MALU, sebagai
bangsa indonesia....
salam,
mbahSOEL
---------------
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!